::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Masuk Ansor dan Banser Bukan Sekadar untuk Gagah-gagahan

Ahad, 30 Desember 2018 22:30 Daerah

Bagikan

Masuk Ansor dan Banser Bukan Sekadar untuk Gagah-gagahan
Jepara, NU Online
Sebanyak 80 peserta yang berasal dari Jepara, Demak, dan Boyolali mengikuti Pelatihan Kader Dasar (PKD) dan Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar) yang diadakan GP Ansor Kecamatan Welahan, Jepara berlangsung di  Pesantren At-Taqie Desa Kalipucang Kulon Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Jumat-Ahad (28-30/12). 

Dalam kegiatan yang berlangsung 3 hari puluhan peserta itu mendapatkan materi di antaranya ke-NU-an, keaswajaan, keorganisasian, kewirausahaan, analisis SWOT, PBB, kebanseran, IT, dan administrasi.

Ketua PAC GP Ansor Welahan, M. Anis Fahmi mengatakan dengan kegiatan PKD dan Diklatsar tujuannya untuk memperoleh kader yang militan dan berkualitas.

"Sehingga jadi Ansor dan Banser bukan hanya sekadar gagah-gagahan," katanya, Ahad (30/12). 

Anis melanjutkan Ansor Banser sebagai kader muda NU harus siap terjun  di masyarakat mengawal kiai dalam berdakwah dan mempertahankan NKRI dari oknum warga negara yang ingin mengganti Pancasila dengan Khilafah. "Bagi NU dan Ansor Pancasila sudah final," tandasnya. 

Hadir dalam pembukaan PKD dan Diklatsar, Jumat (28/12) Muspika Welahan (Camat, Polsek, Danramil), MWCNU dan PCNU serta shahibul ma'had KH Nur Kholis. 

KH Hayatun Abdullah Hadziq dalam sambutannya mengungkapkan kaderisasi di lingkup NU harus massif. 

"Pelatihan terkait NU dan organisasi harus diadakan. Ke depannya yang mengisi pengurus NU benar-benar mengerti dan paham betul karena yang di Ansor harus siap jadi pengurus NU di masa mendatang. Sehingga kaderisasi di NU terlaksana dengan baik," pungkas kiai yang kerap disapa Mbah Yatun ini. (Syaiful Mustaqim/Fathoni)