::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

KJRI Jeddah Kawal Pemulangan Jenazah Paman Presiden RI

Jumat, 04 Januari 2019 08:30 Internasional

Bagikan

KJRI Jeddah Kawal Pemulangan Jenazah Paman Presiden RI
Konjen RI beserta staf dan jamaah menyalati jenazah.
Jeddah, NU Online
Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah mengurus pemulangan jenazah Mulyono Herlambang. Almarhum meninggal di Jeddah, Arab Saudi, menjelang kepulangan ke tanah air, Rabu (2/1) usai menunaikan ibadah umrah.

Almarhum Mulyono merupakan salah satu paman Presiden Jokowi, yaitu adik kandung dari ayahnya, Notomiharjo. 

KJRI Jeddah menurunkan tim pelindungan yang bertugas secara paralel untuk mempercepat penyelesaian dokumen izin pemulangan jenazah yang dikeluarkan oleh sejumlah instansi Arab Saudi. 

"Pengurusan jenazah di Arab Saudi harus melalui beberapa tahapan,” jelasnya. Dari mulai dari tablig wafat (laporan kematian), surat pernyataan persetujuan dari ahli waris atau keluarga jenazah, surat pengantar kepolisian untuk penyerahan jenazah dari rumah sakit, koordinasi dengan magsalah al-amwat (pusat pemandian dan pengkafanan jenazah) dan lain-lain. 

Dan seluruh proses tersebut membutuhkan waktu. “Alhamdulillah tim kami bergerak cepat untuk menyelesaikan itu dalam tempo singkat," ucap Konjen usai mengiringi pemindahan jenazah.

Konjen Hery menambahkan, pemulangan jenazah harus memperoleh izin dari pemerintah kota setempat, dalam hal ini Jeddah. Surat persetujuan tersebut kemudian diteruskan ke kepolisian wilayah, jawazat (imigrasi), dan al-tib al-syar'e (medical forensic).

"Selanjutnya kami mengurus surat pengantar pengambilan jenazah dari rumah sakit dan surat pengantar yang ditujukan ke Ahwal Madani (Dukcapil) untuk pengurusan syahadah wafat (akta wafat)," jelas Konjen yang turut mengawal pengurusan jenazah.

Pada saat yang sama tim pelindungan mengurus proses pembalsaman jenazah dan berkoordinasi dengan maskapai untuk pemesanan cargo. Sementara petugas lainnya mengurus exit permit dari kantor imigrasi setempat.
 
Jenazah diterbangkan dari Jeddah Kamis (3/1) malam, dengan Maskapai Garuda Indonesia GA973 yang berangkat 21.30 Waktu Arab Saudi di bawah pengawalan Pelaksana Fungsi Konsuler-1, Safaat Ghofur, yang merangkap Koordinator Pelayanan dan Pelindungan Warga KJRI Jeddah. (Fauzy Chusny/Ibnu Nawawi)