::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kiai Marzuki Mustamar: Ahlil Masjid Ahli Surga

Sabtu, 05 Januari 2019 21:00 Daerah

Bagikan

Kiai Marzuki Mustamar: Ahlil Masjid Ahli Surga
Probolinggo, NU Online
Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur KH Marzuki Mustamar menegaskan menjadi orang ahlil masjid baik pengurus, tukang sapu maupun jamaah masjid harus disyukuri karena itu telah ditakdirkan oleh Allah SWT. Apalagi dengan menjadi ahlil masjid, pahala yang didapatkan sangatlah besar.

Hal itu disampaikan oleh Kiai Marzuki Mustamar dalam pelantikan pengurus Takmir Masjid Agung Ar-Raudlah Kota Kraksaan masa bakti 2018-2023, Jum'at (4/1) malam. 

"Sebagai contoh, tukang sapu masjid saja pahalanya akan menjadi mas kawin untuk mendapatkan bidadari surga," katanya.

Menurut Kiai Marzuki, orang yang mau memakmurkan masjid adalah orang yang benar-benar mempunyai iman. Maka, bersyukurlah bisa menjadi ahlil masjid yang nantinya akan menjadi ahli surga. Sehingga jika ada orang yang rajin ke masjid dan ketika wafat masyarakat dimintai kesaksian baik maka orang tersebut adalah orang yang beriman.

"Oleh karenanya rajin-rajinlah datang ke masjid dan berinteraksi dengan masyarakat. Sebab masyarakat itu tahunya ketika ditanya adalah orangnya baik, tidak peduli dia ikhlas apa tidak. Kuncinya selalu berkomunikasi dengan masyarakat di lingkungannya," tegasnya.

Lebih lanjut Kiai Marzuki menyampaikan bahwa masyarakat awam itu masih belum tahu yang mau dicontoh siapa. Oleh karena itu perlu ditanamkan kepada masyarakat bahwa idolanya ada tokoh Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Orang-orang masjid ini adalah para calon penghuni surganya Allah SWT.

"Pilihlan pengurus dilihat dari kepintaran, kecakapan, skill dan kemampuan serta aqidahnya. Hal ini penting supaya pengurus masjid tidak sampai kecolongan. Terutama bagian peribadatan yang tugasnya menghadirkan khatib harus super hati-hati dan jangan sampai kecolongan," tambahnya.

Kiai Marzuki meminta agar sistem keuangan masjid dikelola dengan benar dan bisa dipertanggungjawabkan. "Semakin terbuka manajemen keuangan dan komitmen terhadap amanah, maka akan semakin banyak orang menyumbang," pungkasnya.

Sementara Ketua Takmir Masjid Agung Ar-Raudlah KH Sya'dullah Asy'ari mengaku selama 5 (lima) tahun kepengurusan sebelumnya, program kerja yang dibuat dapat berjalan secara maksimal berkat kebersamaan dan kekompakan semua pengurus serta dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo.

"Terima kasih atas dukungan penuh yang diberikan oleh Pemkab Probolinggo kepada Takmir Masjid Agung Ar-Raudlah Kota Kraksaan sehingga program kerja yang ada bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya," katanya.

Para pengurus Takmir Masjid Agung Ar-Raudlah Kota Kraksaan masa bhakti 2018-2023 ini dilantik oleh Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Probolinggo HM Sidik Widjanarko. Pelantikan ini disaksikan oleh Ketua PCNU Kota Kraksaan H Nasrullah A Suja'i, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo Santoso serta sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)