::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kebersamaan dan Koordinasi sebagai Kunci Kebesaran NU

Senin, 07 Januari 2019 19:30 Daerah

Bagikan

Kebersamaan dan Koordinasi sebagai Kunci Kebesaran NU

Sumenep, NU Online

Setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh kepengurusan NU hendaknya juga ditopang lembaga dan badan otonom di bawahnya. Hal itu demi menunjukkan adanya keselarasan dan satu komando demi ketertiban dan kebesaran NU.


Hal tersebut mengemuka  pada kegiatan yang diselenggarakan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Dungkek, Sumenep, Jawa Timur.  Acara dimaksud adalah rapat kordinasi (Rakor) dan haul ke-9 Gus Dur di Balai Latihan Kerja SMA Tarbiyatus Syibyan, Ahad (6/1).


Kegiatan dibuka langsung Rais MWC NU Dungkek KH Raji Fawaid Baidhawi dengan pembacaan tahlil dan dilanjutkan seminar bertemakan Menata Jamiyah dan Memberdayakan Jamaah oleh Masyudi selaku direktur BMT NU Jatim.


Acara dihadiri seluruh badan otonom (Banom) NU di kawasan tersebut. “Kegiatan bertujuan menyatukan persepsi antar Banom agar setiap kegiatan yang dilaksanakan bisa selaras dengan MWCNU,” kata Kiai Ahmad Tirmidzi.


Dalam penjelasan Ketua MWCNU Dungkek tersebut, kegiatan yang dilaksanakan Banom NU harus mempunyai tujuan yang sama. “Seperti maulid Nabi yang di malam puncaknya diisi dengan pengajian akbar, sebelum itu semua Banom melaksanakan acara yang sesuai dengan bidang masing-masing,” jelasnya. 


Demikian pula kalau Ansor, maka mengadakan kegiatan bagi kalangan pemuda, dan IPNU maupun IPPNU segmentasinya kalangan pelajar. “Ini dilakukan agar tidak berbenturan,” katanya.


Kepala Sekolah SMA Tarbiyatus Syibyan ini pun berharap, selanjutnya tidak ditemukan lagi benturan antara kegiatan yang diselenggarakan di NU. “Benturan antara Banom dan MWCNU serta tidak saling rangkul dan mendukung, hendaknya tidak terjadi lagi usai Rakor lintas Banom ini,” tandasnya. (Mahrus/Ibnu Nawawi)