::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kiprah Pesantren Saat Ini Harus Imbangi Dunia Global

Senin, 07 Januari 2019 20:30 Daerah

Bagikan

Kiprah Pesantren Saat Ini Harus Imbangi Dunia Global
KH Ilyas Siraj (kiri) saat memberikan amanat.
Sumenep, NU Online 
Yayasan Pondok Pesantren Nurul Islam Karangcempaka, Bluto, Sumenep, Jawa Timur  terus berkeinginan berbenah diri. Mulai dari menyediakan sarana prasarana bangunan, lingkungan sehat dan bersih hingga mengimbangi dunia teknologi.

Hal tersebut disampaikan KH Ilyas Siraj saat peluncuran portal pesantren setempat yakni www.nuriska.id, Ahad (6/1). Kegiatan berlangsung di kampus Institut Ilmu al-Quran Nurul Islam atau Stiqnis.

Menurut Kiai Ilyas, keberadaan portal pesantren Nurul Islam dapat menjadi pilihan bagi berbagai kalangan untuk bisa mengenal pesantren yang menangungi tujuh unit lembaga formal dan tiga unit non formal tersebut. “Sehingga keberadaan website nantinya bisa diakses dan menjadi pilihan tepat bagi masyarakat,” katanya. 

Dalam pandangannya, portal yang ada harus benar-benar ditekuni dan tampilannya menarik. Dengan demikian santri tidak gagap dalam dunia teknologi. 

"Memanfaatkan dunia IT dalam menghadapi pergaulan global. Buka juga website berkualitas sehingga wawasan semakin berkembang,” jelasnya.

Menurut alumnus Pondok Pesantren Tebuireng Jombang ini, ukuran peradaban dunia bisa dilihat pada dua hal. “Dan kita sebagai santri harus bisa menguasai, yakni dunia informatika dan aerodinamik,” ungkapnya.

Dalam penjelasannya, tidak ada bandara internasional manapun dalam memberikan  informasi penerbangan menggunakan bahasa daerah. "Nah, ini bukti kalau santri harus bisa bahasa asing," tegasnya.

Kiai Ilyas juga menyinggung portal agar dikelola dengan baik oleh yang memang memiliki keahlian ilmu teknologi dan informatika. "Lagi-lagi kita butuh santri yang ahli di bidang IT menuju dan mengimbangi dunia global, namun kontennya harus berdasarkan spirit keagamaan," imbuhnya. 

Selain meluncurkan portal pesantren, juga digelar seminar. Topik yang dibicarakan adalah terkait media dan pesantren. Ada dua narasumber yang dihadirkan, yakni A Afif Amrullah selaku Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jatim dan Syaifullah Ahmad Nawawi yang juga sebagai Kepala Biro NU Online Jatim. 

Hadir pada seminar dan launching www.nuriska.id perwakilan mahasiswa Stiqnis, santri MA, SMK, MTs, guru dan dosen di lingkungan Yayasan Pondok Pesantren Nurul Islam Karangcempaka, Bluto. (Ibnu Nawawi)