::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Masa Depan NU Ditentukan Aktivis Muda Saat Ini

Selasa, 08 Januari 2019 10:00 Daerah

Bagikan

Masa Depan NU Ditentukan Aktivis Muda Saat Ini
Sumenep, NU Online
Upaya menjawab tantangan masa depan Nahdlatul Ulama sangat ditentukan oleh para pemuda. Karenanya, generasi muda yang berkenan menjadi aktivis menjadi harapan bagi maju dan mundurnya jamiyah yang didirikan para ulama ini.

Setidaknya itu yang disampaikan KH Pandji Taufiq terkait telah diselenggarakannya pelatihan atau workshop optimalisasi media sosial beberapa waktu berselang. Kegiatan yang menghadirkan tiga narasumber dari Pengurus Wilayah (PW) Lembaga Ta'lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Jawa Timur tersebut diselenggarakan di kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep.

“Saya bersyukur karena banyak anak muda aktivis yang peduli dengan masa depan NU,” kata Kiai panjdi, sapaan akrabnya, Selasa (8/1).

Bagi Ketua PCNU Sumenep Jawa Timur ini, justru anak muda yang layak dijadikan andalan bagi terus berkembang dan tersebarnya Islam Ahlussunnah wal Jamaah atau Aswaja.

Tantangan generasi tua tentu tidak sama dengan yang kelak akan dihadapi para generasi muda. “Karenanya, saya sangat berterima kasih karena kami generasi tua dapat hidup tenang lantaran anak muda sudah siap dengan tantangan yang ada,” ujarnya.

Kiai Pandji juga berharap agar merespons keadaan saat ini harus dengan langkah yang terukur. “Jangan sporadis, namun dilakukan secara simultan dan terencana dengan baik,” ungkapnya.

Dirinya berharap, dengan kemampuan menganalisa keadaan, maka anak muda akan semakin memahami apa tantangan yang dihadapi kelak. “Tentunya cara dan solusinya harus pula dipikirkan agar sesuai dengan yang diharapkan,” katanya.

Kemampuan menguasai teknologi dan informasi merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan. “Justru dengan kelebihan itu, penetrasi dakwah dan ajaran Islam Aswaja harus semakin tersebar secara terbuka dan massif,” tandasnya. (Ibnu Nawawi)