::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

KH Mustofa Aqil: Pancasila Hasil Istikharah Ulama

Rabu, 09 Januari 2019 08:45 Nasional

Bagikan

KH Mustofa Aqil: Pancasila Hasil Istikharah Ulama
KH Mustofa Aqil Siroj
Bekasi, NU Online
Setelah bangsa Indonesia, khususnya kiai dan santri, berhasil memenangkan pertempuran dengan tentara penjajah dan tercipta keamanan, barulah memikirkan soal bentuk negara.

Hal itu dijelaskan Rais Syuriyah PBNU KH Mustofa Aqil Siroj, dalam Peringatan Haul ke-9 Gus Dur, di Pesantren Motivasi Indonesia (PMI), Kampung Cinyosog, Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Senin (7/1) lalu.

“Semua berjuang (memerdekakan Indonesia). Ada Hindu, Budha, Katholik, para Romo juga berjuang. Kalau kita jadikan (bentuk) negara Islam, bagaimana dengan yang Kristen. Kalau dijadikan negara Kristen, bagaimana yang Budha. Kan tidak terima,” jelasnya.

Akhirnya, Kiai Mustofa melanjutkan, para kiai melakukan pertemuan dan berkumpul kembali di Jawa Timur. Kemudian disepakati untuk mengutus KH Abdul Wahid Hasyim ke Jakarta untuk merumuskan dasar negara.

“Agar berdampingan dengan damai, bisa saling merasa bertanggung jawab dan melindungi, maka dibuatlah Pancasila. Sudah paling enak Pancasila. Kita yakin, ini dibuat oleh para ulama, hasil istikharah. Pancasila adem, tenteram, enak sekali,” jelas Pengasuh Pondok Pesantren KHAS Kempek Cirebon ini.

Jadi kesimpulannya, imbuh Kiai Mustofa, kenapa kiai ikut perang? “Karena supaya kita punya negara. Kalau punya kedaulatan kita yang menjaga. Bagaimana agar memiliki semangat dalam menjaga? Maka ditanamkanlah rasa mencintai tanah air,” pungkas Kiai Mustofa. (Aru Elgete/Fathoni)