::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ketika Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husain Hilang

Rabu, 09 Januari 2019 18:30 Sirah Nabawiyah

Bagikan

Ketika Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husain Hilang
Ilustrasi: murtajikarunia
“Mencintai keduanya (Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husain) berarti mencintaiku, membenci keduanya berarti membenciku,” kata Rasulullah.

Sudah menjadi informasi umum jika Rasulullah sangat menyayangi cucu-cucunya, terutama Sayyidina Hasan Husain. Banyak hadits yang menyebutkan bagaimana Rasulullah sangat akrab dengan kedua cucu itu. Beliau bermain bersama keduanya. Memanja-manjakan mereka. Dan dengan senang hati menjadi ‘kuda-kudaan’ keduanya. 

Pada saat sujud misalnya, Rasulullah malah memperlamanya karena Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husain tengah menungganginya. Begitu pun ketika khutbah, Rasulullah pernah menghentikan khutbahnya sejenak dan mengambil kedua cucunya itu yang terjatuh di antara umat Islam. Lalu meletakkan mereka di atas pangkuannya, sambil berkhutbah.

Pernah pula suatu ketika Rasulullah ‘memanggul’ keduanya ketika menemui sahabatnya; Sayyidina Hasan di pundak kanannya, sementara Sayyidina Husain di pundak kirinya. Setelah itu, Rasulullah langsung menciumnya satu per satu. 

Demikian cara Rasulullah memperlakukan cucu-cucunya. Sikap Rasulullah terhadap cucu-cucunya itu tentu ‘aneh’ bagi masyarakat Makkah. Mengapa? Karena pada saat itu hubungan seorang kakek dengan cucunya sangat lah kaku dan keras, tidak luwes sebagai sikap Rasulullah kepada cucunya.

Oleh karena itu, Rasulullah sangat kaget dan cemas ketika mendengar kabar bahwa kedua cucu kesayangannya itu hilang. Adalah Ummu Aiman, pelayan yang sudah dianggap Rasulullah sebagai ibu kedua, yang melaporkan kehilangan Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husain. 

Merujuk buku Bilik-bilik Cinta Muhammad: Kisah Sehari-hari Rumah Tangga Nabi (Nizar Abazhah, 2018), Rasulullah sangat kaget luar biasa setelah mendengar laporan cucunya tidak ada. Tanpa pikir panjang, Rasulullah langsung memerintah semua sahabatnya untuk mencari cucu-cucunya itu sampai ketemu.

“Semua menyebar, cari anakku (cucuku) sampai ketemu,” kata Rasulullah dengan wajah yang tegang.

Orang-orang menyebar ke seluruh penjuru kota. Begitu pun dengan Rasulullah. Rasulullah sendiri mencari kedua cucunya itu ke lembah, ditemani Ummu Aiman,. Setelah mencari ke sana dan ke mari, akhirnya Rasulullah berhasil menjumpai Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husain di sebuah lembah.  

Naasnya, ketika itu tepat di samping Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husain ada seekor ular yang siap menggigitnya. Rasulullah yang melihat itu langsung mendekatinya. Untungnya, ular itu langsung pergi ke balik bebatuan setelah melihat Rasulullah. 

Rasulullah tentu sangat bahagia setelah kedua cucunya itu ditemukan. Pada kesempatan itu Rasulullah mengusap-usap wajah Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husain, sambil berkata: Demi ayah dan ibuku, kalian berdua sungguh mulia di sisi Allah. Rasulullah lalu menempatkan satu cucunya itu di pundak kanan dan yang satunya di pundak kiri dan membawanya pulang. 

Tidak hanya kepada Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husain, Rasulullah juga sangat menyayangi dan memperlakukan hal yang sama kepada cucu-cucunya yang lain seperti Sayyidah Umamah, putri dari Sayyidah Zainab, putri pertama Rasulullah. Misalnya, Rasulullah juga pernah shalat sambil membawa Sayyidah Umamah. Ketika sujud, Sayyidah Umamah diletakkan. Sementara ketika berdiri, beliau menggendongnya. (A Muchlishon Rochmat)