::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Humanisme Islam Jadi Kunci Kerukunan Bangsa

Jumat, 11 Januari 2019 10:00 Daerah

Bagikan

Humanisme Islam Jadi Kunci Kerukunan Bangsa
Temanggung, NU Online 
Ketua STAINU Temanggung Muh. Baehaqi menegaskan bahwa kunci kerukunan bangsa atau sebuah negara sudah dikonsep apik dalam Islam. Salah satu konsep itu adalah humanisme dalam Islam yang sudah dikembangkan berbagai para filsuf, ulama, kiai, dan akademisi Islam.
 
"Pak Baedhowi ini salah satu ikon filsuf di STAINU Temanggung. Humanisme ini dalam ilmu mantik, manusia adalah al-insan al-hayawanun natiq. Maka jika manusia tidak mau berpikir, bernalar, hakikatnya adalah hewan," katanya saat menyampaikan sambutan pada bedah buku Humanisme Islam karya Baedowi,Kamis (10/1) di aula lantai 3 STAINU Temanggung, Jawa Tengah.
 
Humanisme Islam, kata dia, selalu memuliakan manusia daripada hewan. Hal itu sudah tertulis dalam Al-Qur'an bahwa manusia itu mulia daripada makhluk lain. "Di Indonesia selain ada humanisme Islam, humanisme Kristen, Budha, Hindu, semua memiliki konsep humanisme," ujar doktor jebolan UII Yogyakarta tersebut.
 
Dijelaskan Baehaqi, dalam ilmu syariah, ada lima pokok humanisme. Pertama adalah hak hidup bagi semua manusia. Kedua adalah hak beragama. Ketiga hak kepemilikan. Keempat hak profesi. Kelima hak berkeluarga.

"Semua itu jika diterapkan, maka Indonesia ini akan cinta damai tanpa gesekan," katanya dalam pada kegiatan dalam rangka Konferensi ke-2 LPM Grip STAINU Temanggung tersebut.
 
Baehaqi juga menambahkan, pluralitas keberagamaan di Indonesia sudah dicontohkan di Kecamatan Kaloran, Temanggung yang di sana ada berbagai macam pemeluk agama.

"Sejak beberapa tahun lalu, sudah ada umat Hindu maupun Budha respek dengan Islam lewat KKN mahasiswa STAINU Temanggung. Awalnya yang tidak peduli dengan Islam, sekarang sudah hormat," kata dia.
 
Ia mendorong, bahwa pesan humanisme dalam Islam sangat tinggi nilainya dan menjadi kunci untuk hidup damai tanpa ekses dan gesekan antaragama maupun antarsuku dan golongan.
 
Buku yang dibedah itu, merupakan terbitan Pustaka Pelajar, Yogyakarta yang sudah terbit pada Mei 2008 silam. Buku dengan judul asli Humanisme Islam; Kajian terhadap Pemikiran Filosofis Muhammad Arkoun ini menurut Baehaqi, masih relevan di tengah masalah radikalisme di era kini.
 
Dalam kesempatan itu, hadir penulis buku  Baedowi, panelis Ketua LP3M STAINU Temanggung Moh. Syafi' dan dosen STAINU Temanggung Nasih Muhammad, Kaprodi dan Sekprodi, dosen, mahasiswa dan sejumlah tamu undangan. (Hamidulloh Ibda/Abdullah Alawi)