::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kiai Marzuki Mustamar: NU Jalankan Islam secara Utuh

Ahad, 13 Januari 2019 07:30 Nasional

Bagikan

Kiai Marzuki Mustamar: NU Jalankan Islam secara Utuh
Surabaya, NU Online
Nahdlatul Ulama telah teruji menjalankan ajaran agama Islam secara konsisten. Tidak semata dari ajaran dalam keseharian, juga dituangkan dalam aturan organisasi. Bahkan hal tersebut terus dilanjutkan hingga kini, di tengah tuduhan dan anggapan miring dari berbagai pihak.

“Begitu pentingnya menjaga NU, maka hal tersebut menjadi fardlu ain,” kata KH Marzuki Mustamar, Sabtu (12/1). Sehingga setiap orang Islam berkewajiban untuk masuk dan menjaga NU, lanjutnya.

Menurut Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur ini, Rasulullah SAW menghendaki agar Islam utuh dan asli. “Tidak ada penambahan karena disebut bid’ah, dan tanpa pengurangan karena disebut tidak amanah,” ungkapnya.

Pengasuh Pesantren Sabilurrosyad Kota Malang ini mengungkapkan bahwa NU dengan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja)nya bertekad untuk mendengar dan taat terhadap ajaran agama yang telah ditetapkan. “Aswaja bertekad sami’na waatha’na terhadap perintah yang ada,” tegasnya.

Berbeda dengan kalangan seperti Mu’tazilah, Khawarij dan lainnya, NU dengan Aswaja memberikan penjagaan terhadap ajaran agama Islam. Tidak seperti kalangan yang lebih mengedepankan akal, dan menafikan ajaran yang dalam pandangan mereka tidak masuk akal. 

Dalam pandangan Kiai Marzuki, NU adalah organisasi yang paling amanah. “Jangan ragu terhadap ajaran Aswaja karena menyampaikan ajaran secara utuh dan akurat,” katanya. 

Bahkan dalam AD/ART, NU dengan sangat terbuka mencantumkan Aswaja sebagai aturan dalam organisasi. “Hal itu secara resmi tertulis dan diajukan kepada negara,” kata dosen di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang tersebut.

NU paling konsisten dalam amaliah dengan kitab yang juga menjadi rujukan. “Sejak Muktamar NU saat dipimpin KH M Hasyim Asy’ari hingga saat ini, yang digunakan pada bahtsul masail adalah kitab yang mu’tabar,” jelasnya.

Pesan ini disampaikan KH Marzuki Mustamar saat menutup workshop NU Millennials, Let’s Begin Digital to Become Virals. Kegiatan dilaksanakan di PWNU Jatim, jalan Masjid al-Akbar Timur 9 Surabaya.

Kegiatan diikuti ratusan pegiat media sosial di Surabaya dan sekitarnya. (Ibnu Nawawi)