::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Hadiah Terindah dari Tidur Nukman Luthfie

Ahad, 13 Januari 2019 10:45 Nasional

Bagikan

Hadiah Terindah dari Tidur Nukman Luthfie
Almarhum Nukman Luthfie (Dok. istimewa)
Jakarta, NU Online
Lini masa media sosial dibanjiri ucapan bela sungkawa atas meninggalnya Pakar Media Sosial Nukman Luthfie. Pria kelahiran Semarang, 24 September 1964 ini meninggal dunia pada Sabtu (12/1/2019) di Yogyakarta sekitar pukul 22.00 WIB.

Diungkap oleh Penyair Joko Pinurbo (Jokpin), almarhum Nukman Luthfie pernah menuliskan twit yang mengatakan bahwa hadiah terindah dari tidur ialah bangun dengan semangat hidup yang lebih baik dari sebelumnya.

“Hadiah terindah dari tidur ialah bangun dengan semangat hidup yang lebih baik dari sebelumnya,” ujar almarhum yang mengunggah twitnya itu pada 3 Juni 2013 lalu.

Kini, hadiah terindah dari tidurnya terwujud dengan perhatian dan kesedihan banyak orang yang dikenalnya. Setidaknya ada lima tagar di twitter tentang kepergian cucu KH Achmad Abdul Hamid Kendal ini yang semuanya menjadi trending topic.

Pria yang mengambil jurusan teknik nuklir di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ini dimakamkan di Kendal, Jawa Tengah tepatnya di TPU Grabag Kendal, Ahad (13/1) hari ini. Ia berjasa memberikan edukasi terkait perkembangan dan penggunaan media sosial positif sehingga dirinya disebut sebagai Bapak Medsos Indonesia.

Menurut Praktisi Media yang juga sahabat karib Nukman Luthfie, Savic Ali, almarhum merupakan sosok dermawan dalam soal ilmu dan waktu. Ia kerap berbagi ilmu dengan generasi muda terkait perkembangan dunia digital.

“Berkat twitter kami sering komunikasi dan juga ketemu ngopi-ngopi. Aku belajar cukup banyak darinya. Terutama dalam soal dunia digital. Beliau termasuk orang yang dermawan dalm soal ilmu dan waktu,” ucap Savic Ali lewat facebooknya.

Savic menjelaskan, almarhum hadir saat diundang berbagi di sarasehan kaum muda NU saat Muktamar NU 2015 di Jombang. Juga datang saat diminta jadi narasumber di acara Gusdurian. Dan selalu datang saat diminta memberikan workshop kepada teman-teman.

“Beliau adalah orang yang tak ragu berbagi kepada siapa saja yang ia lihat punya visi kebaikan,” imbuhnya.

Jenazah Nukman Luthfie dimakamkan di samping kuburan kakeknya KH Abdul Hamid yang dikenal oleh masyarakat lokal sebagai perintis NU di Kendal dan penyusun kalimat wallahul muwaffiq ilaa aqwamith thariq. Sebelumnya, jenazah santri yang pernah mondok di Pondok Pesantren Krapyak ini disemayamkan di Masjid Agung Kendal.

Selamat jalan Mas Nukman...

(Fathoni)