::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Mimika Gebyar Shalawat Awali Perayaan Amole Maulid dan Harlah NU

Senin, 14 Januari 2019 20:00 Daerah

Bagikan

Mimika Gebyar Shalawat Awali Perayaan Amole Maulid dan Harlah NU
Mimika, NU Online
Kegiatan perayaan Amole Maulid dan hari lahir atau Harlah NU adalah perayaan gabungan seluruh jamaah istighatsah an-Nahdliyah Mimika, Papua dan warga NU lain. Acara ini adalah lanjutan acara maulid dua belasan, yakni pembacaan maulid dua belas malam berturut-turut di beberapa lokasi.

“Rangkaian acara tersebut disempurnakan dengan acara gabungan berupa Amole Maulid dan Harlah NU,” kata Sugiarso, Senin (14/1). Amole adalah bahasa Amungme artinya selamat untuk tunggal, jika selamat untuk jamak sebutannya amolongong, lanjut Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Mimika, Papua ini.

Tampil pada gebyar shalawat tersebut grup IPNU dan IPPNU SP2 Wanagon dan Timika Jaya, Grup Celebes dari Kadun Jaya, grup Maqbula SP4. Juga grup Pagar Nusa di Pondok pesantren Darussalam Mimika, km14, Mimika Paoua pada Sabtu, (12/1) lalu. 

Acara dimulai sehabis isya. "Antusiasme jamaah yang hadir pada gebyar shalawat luar biasa," kata Hj Asmawati, pembina grup IPNU IPPNU SP2. 

Walaupun mobilnya mogok, tetap semangat dan disilakan grup yang datang lebih dulu untuk tampil," ucap Andri, pembina grup IPNU IPPNU SP2. Grup Maqbula tampil penuh semangat. 

Pada waktu yang sama, di masjid Baitul Maghfirah SP3, kampung Karang Senang, diadakan pengajian umum. Penceramahnya adalah KH Hisyam Syafaat, pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Blokagung Banyuwangi dan KH Ali Mahfudz Syafaat.

"Tugas kita adalah beribadah sehingga tidak ada alasan untuk tidak beribadah. Alasan sakit, repot, sibuk adalah tidak bisa diterima," urai KH Ali Mahfudz Syafaat yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Jakarta ini.

Sementara itu, KH Hisyam Syafaat memberikan resep untuk hidup sejahtera. Yakni dengan istikamah membaca  Ya Allah sebanyak lima ribu kali. Jika berat, katanya, bisa diganti Ya Wadud sebanyak seratus kali. 

Sarat berikutnya adalah istikamah. “Bapak saya bisa istikamah selama 23 tahun  dan hanya dua kali absen subuh di belakang kiai,” katanya. 

Yang ketiga adalah membaca bismillah di air sebanyak 786 kali. “Dan diminumkan kepada anak, insya Allah anak cerdas," urai putra sulung KH Mukhtar Syafaat ini.

Hadir dalam acara tersebut para tokoh NU Mimika, Wakil Syuriah PCNU H Sudjianto, dan warga NU Karang Senang. (Ibnu Nawawi)