::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Gus Dur dan Teks Pidato

Rabu, 16 Januari 2019 12:30 Humor

Bagikan

Gus Dur dan Teks Pidato
Saat itu, warga di sebuah desa berbondong-bondong menuju ke sebuah tempat yang dijadikan warga desa untuk mendirikan lumbung padi.

Lumbung yang dibangun atas swadaya, kerja keras, dan gotong royong warga desa tersebut menjelang diresmikan oleh kepala desa (kades).

Gus Dur pernah berkisah soal cerita ini. Singkatnya, hari peresmian lumbung padi tersebut sudah tiba. Pak Kades dipersilakan memberikan sambutan. Ibu Kades setia di sampingnya.

Hari masih pagi tapi hujan sudah mulai mengguyur wilayah desa tersebut. Pak Kades membuka secarik kertas membacakan pidatonya yang sudah disiapkan oleh seorang staf setianya.

Pak Kades mengawali pidatonya, "Bapak ibu yang kami hormati, pada pagi yang cerah ini, marilah.... " (Fathoni)


*) Disarikan dari cerita A. Khoirul Anam (santri Gus Dur) di akun facebooknya