::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Buka MKNU Pagar Nusa, Kiai Said Tegaskan Prinsip Kebangsaan

Selasa, 22 Januari 2019 13:15 Nasional

Bagikan

Buka MKNU Pagar Nusa, Kiai Said Tegaskan Prinsip Kebangsaan
Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj (kanan)
Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj secara resmi membuka Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) Pagar Nusa di Gedung Korea-Indonesia Technical and Cultural Coorperation Center (KITCC) Ciracas, Jakarta Timur, Senin (21/1) malam.

"Dengan ini saya ketua umum PBNU membuka secara resmi Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) untuk Pagar Nusa," kata Kiai Said diikuti ketukan palu tiga kali.

Dalam pidato pengarahannya, Kiai Said mengingatkan Pagar Nusa agar selalu mengawal prinsip-prinsip NU seperti tawasut dan tasamuh. "Pagar Nusa dibentuk untuk mengawal tawasut dan tasamuh," jelas Kiai Said.

Menurut Kiai Said, mengawal prinsip tawasut dan tasamuh karena mengikuti ajaran Wali Songo, seperti menghormati budaya yang tidak bertentangan dengan syariat. Namun, kalau bertentangan dengan syariat Islam, seperti seks bebas dan minuman keras, NU secara tegas menolaknya.

"Menghormati budaya itu ajaran Islam-nya Wali Songo. Bedug itu artinya untuk goyang Karawang, oleh Wali Songo diambil untuk dilestarikan, untuk masjid tanda masuk shalat," ucapnya.

Budaya lain yang juga baik, lanjutnya, seperti mengadakan nyadran atau sedekah laut dan tahlilan. Oleh karena itu, ia mengaku heran terhadap kelompok-kelompok yang membidahkan budaya-budaya tersebut.

"Silakan adakan nyadran, tapi diisi dengan istighotsah, baik gak? Silakan tiga hari, tujuh hari, 40 hari, tapi diisi dengan tahlil. Bagus gak? Jaddidu imanakum, perbaharuilah iman kamu dengan apa? Biqauli (dengan membaca) Laila ha illallah. Jadi kalau orang berdzikir itu memperbaharui imannya. Lah, itu kok ada yang membidahkan. Ini kalau didiamkan nglunjak," terangnya. 

Sebelumnya Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa M Nabil Haroen menegaskan bahwa para pengurus Pagar Nusa baik di daerah maupun pusat wajib mengikuti Madrasah Kader Nahdlatul Ulama. Kewajiban itu dimulai dicontohkan langsung pengurus Pagar Nusa di tingkat pusat.

MKNU Pagar Nusa ini diikuti ratusan pendekar NU dari berbagai daerah. Rencananya, kegiatan ini berlangsung selama enam hari.

Pembukaan ini dihadiri Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua PBNU Eman Suryaman dan H Aizzuddin Abdurrahman, Ketua Tim MKNU Sultonul Huda, dan Ketua NU Care-LAZISNU Ahmad Sudrajat. Selain itu hadir juga Dewan Khos PP Pagar Nusa KH Ayip Abbas dan Majelis Pendekar PP Pagar Nusa Zainal Suwari. (Husni Sahal/Kendi Setiawan)