::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Hindari Permasalahan Tanah LPBH NU dan LBH Ansor Kaltim Gelar Penyuluhan

Sabtu, 26 Januari 2019 21:15 Daerah

Bagikan

Hindari Permasalahan Tanah LPBH NU dan LBH Ansor Kaltim Gelar Penyuluhan
Samarinda, NU Online
Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBH NU) Kaltim bersama LBH Ansor Kaltim, Sabtu (26/1), menggelar penyuluhan hukum berkaitan dengan hukum pertanahan dan pentingnya sertifikasi hak atas tanah dan wakaf di Kecamatan Palaran, Kota Samarinda, Kaltim.

Acara digelar dalam rangkaian peringatan Harlah NU yang ke-93. Hadir dalam acara tersebut Ketua PWNU Kaltim beserta jajarannya, Pengurus MWC Kecamatan Palaran beserta banom, dan masyarakat setempat.

Wakil Ketua PWNU Kaltim, KH Bukhori Nur mengatakan penyuluhan hukum digelar sebagai upaya PWNU Kaltim dalam memberikan edukasi dan pencerahan hukum kepada masyarakat.

Disampaikannnya, masyarakat perlu tahu akan pentingnya pengelolaan dan pemanfaatan tanah dengan memperhatikan aspek hukum. Tujuannya, agar meminimalisir munculnya permasalahan tanah diakibatkan ketidaktahuan dan ketidakmengertian masalah hukum pertanahan dan termasuk bagaimana menjaga tanah wakaf agar tak memunculkan permasalahan dikemudian hari.

Ichlas Hasan, Ketua LPBH NU, dalam materi penyuluhannya, mengatakan, agar masyarakat teliti dan mengedepankan aspek yuridis ketika ingin membeli tanah atau dalam proses pengalihan hak atas tanah.

Dijelaskannya, munculnya permasalahan lahan atau tanah sering kali disebabkan ketidakpahaman atau ketidakmengertian masyarakat dalam proses pengalihan hak atas tanah, sehingga tak jarang masyarakat dalam membeli tanah tanpa diketahui pejabat berwenang atau tanpa proses yang memberikan kepastian hukum. (Guntur Pribadi/Kendi Setiawan)