::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ada Upaya Benturkan Ormas dan NU Jadi Musuh Bersama

Senin, 28 Januari 2019 14:22 Nasional

Bagikan

Ada Upaya Benturkan Ormas dan NU Jadi Musuh Bersama
Jakarta, NU Online 
Pidato Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menjadi sorotan publik terutama kalimat “kalau dipegang selain NU salah semua”. Kalimat yang disampaikan pada peringatan Hari Lahir Muslimat NU ke-73 di Gelora Bung Karno, Jakarta, Ahad (27/1) ternyata tidak utuh. Karena dipotong itulah, makna yang dibangun menjadi seolah-olah Kiai Said menyalahkan yang selain NU.  

Pemotongan berita itu terjadi dalam pemberitaan beragam media yang meliput harlah Muslimat. Kemudian, karena topik tersebut ramai dibicarakan media sosial, media memberitakan komentar tokoh-tokoh berdasarkan makna kalimat yang dibangun media tersebut.  

Menurut Koordinator Nasional (Kornas) Forum Komunikasi Generasi Muda Nahdlatul Ulama (FKGMNU) Amsar A. Dulmanan, pemotongan berita semacam itu, disadari atau tidak, adalah upaya membenturkan NU dengan sesama ormas Islam. 

“'Kalimat selain NU salah semua' menimbulkan makna, karena NU adalah ormas keagamaan menjadi ormas keagamaan selain NU adalah salah,” katanya. “Bayangkan, NU yang sering disalahkan menjadi menyalahkan,” katanya. 

Menurut dia, ini adalah upaya membenturkan NU dengan sesama ormas Islam agar Islam sendiri tidak solid membangun jaringan dakwah. 

Amsar menambahkan, pemberitaan semacam itu juga menempatkan NU agar menjadi musuh bersama ormas-ormas, terutama ormas Islam. Kalangan semacam itu, sambungnya, tidak menginginkan Indonesia bersatu dan damai. 

“Saya mengimbau agar berhati-hati dalam membuat berita. Kaidah secara jurnalistik bisa jadi benar, tapi jangan sampai membangun, mengompori yang menyebabkan permusuhan sesama anak bangsa,” tegasnya. (Abdullah Alawi)