::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Upaya Ansor Kendal Gerakkan Ekonomi Masyarakat Lokal

Selasa, 29 Januari 2019 22:00 Pemberdayaan

Bagikan

Upaya Ansor Kendal Gerakkan Ekonomi Masyarakat Lokal
Kendal, NU Online
Gerakan Pemuda Ansor memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Peran ini perlu dimaksimalkan untuk menegaskan bahwa Ansor sebagai ormas kepemudaan NU memiliki kepedulian dan kemampuan dalam pemberdayaan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Kendal, Muhammad Ulil Amri, Senin (28/1) terang Ulil di sela-sela Rakercab IV PC Ansor Kendal di Gedung NU Kendal, Senin (28/1) petang.

"Ansor Kendal telah melakukan berbagai terobosan untuk mengangkat perekonomian masyarakat, khususnya Nahdliyin di Kendal," ujarnya. 

Salah satunya, kata Ulil, Ansor Retail yang digagas untuk memasarkan produk-produk hasil pertanian dan UMKM dari warga NU di Kendal. Menurutnya warga NU di Kendal banyak berpencaharian sebagai petani dan pelaku usaha kecil. Sementara potensi pasar dari kalangan NU sendiri besar dan selama ini belum digarap secara serius.

“Sayang kalau pasar yang besar ini justru digarap oleh pihak luar, sementara produknya bisa diadakan sendiri dari warga NU. Kesadaran ini perlu dibangun dan digerakkan untuk mensejahterakan warga NU khususnya dan masyarakat Kendal pada umumnya," terang Ulil.

Terobosan lain yang saat ini sedang dilakukan, lanjut Ulil, kemitraan budidaya tanaman jagung. Untuk menjalankan misi ini, pihaknya menggandeng pihak swasta dan pemerintah. Pertama dengan PT BISI International, Tbk yang akan membeli hasil panen dengan harga yang sudah disepakati di awal. Kedua dengan Kementerian Pertanian untuk suplai kebutuhan pakan ternak. 

“Total luasan lahan dari dua program kemitraan itu 500 hektar. Sebanyak 270 hektar berada di lahan milik para petani di daerah Kendal Pantura bawah merupakan kemitraan dengan PT BISI. Sisanya 230 hektar dengan Kementan berada di lahan IPHPS di wilayah eks Perhutani di Kecamatan Singorojo,” terangnya.

Lebih lanjut Ulil menjelaskan, petani yang menggarap ratusan hektar lahan itu sebagian besar warga NU. Untuk pengadaan benihnya, mereka mendapatkan subsidi dari perusahaan dan Kementan. Selanjutnya para petani itu juga mendapatkan pendampingan secara berkala dari perusahaan dan Dinas Pertanian Kabupaten Kendal yang difasilitasi oleh pengurus Ansor.

“Jagung kemitraan dengan PT BISI sebentar lagi akan panen. Dari informasi tim kami yang mendampingi petani, tidak mengecewakan. Jagung tumbuh dengan baik sesuai yang diharapkan. Semoga tidak ada kendala hingga dipanen,” terang Ulil yang juga menjabat sebagai Kades Laban, Kecamatan Kangkung ini.

Soal harga yang sudah disepakati di awal, menurut Ulil sebagai komitmen untuk pihaknya dengan perusahaan. Dikatakan, selama ini petani kerap dirugikan dengan harga di pasaran yang tidak menentu. Dalam skema pasar bebas di mana petani sebagai pihak yang lemah, kerap dirugikan. Harga yang disepakati ini, imbuhnya, adalah nilai yang adil bagi kedua belah pihak. 

“Kemitraan dengan PT BISI ini sekaligus sebagai komitmen bersama untuk menciptakan pasar yang adil bagi petani. Sementara kemitraan dengan Kementan untuk mengatasi kelangkaan jagung akibat gagal panen atau faktor lain," pungkasnya. (Muhammad Sulhanudin/Kendi Setiawan)