::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

PC IPNU-IPPNU Jember Ta'aruf di Makam Mbah Shiddiq

Selasa, 05 Februari 2019 11:33 Daerah

Bagikan

PC IPNU-IPPNU Jember Ta'aruf di Makam Mbah Shiddiq

Jember, NU Online
Ta’aruf atau perkenalan  kepengurusan jamaknya dilakukan di gedung, atau tempat-tempat yang representatif  lainnya, tapi  Pimpinan Cabang (PC) IPNU-IPPNU Jember sedikit beda. Mereka memilih makam Kiai Muhammad Shiddiq (Mbah Shiddiq)  sebagai lokasi ta’aruf bagi kepengurusan PC IPNU-IPPNU masa khidmah 2019-2020. Ta’aruf yang digelar  di mushalla makam Mbah Shiddiq tersebut  berlangsung Senin (4/2).

Menurut Ketua PC IPNU Jember, Ardi Wiranata, pemilihan makam  Mbah Shiddiq sebagai lokasi ta’aruf untuk mengingatkan para pelajar NU tentang betapa besarnya jasa beliau dalam menyebarkan Islam di Kabupaten Jember.

“Pelajar dan generasi muda NU wajib tahu tentang sejarah Mbah Shiddiq. Beliau adalah salah satu perintis penyebaran Islam di Jember. Keturunannya juga menjadi ulama dan tokoh nasional seperti KH Ahamd Shiddiq, KH Mansur (pencipta shalawat badar) dan sebagainya,” tukasnya saat memberikan sambutan.

Mahasiswa Pascasarjana Politeknik Negei Jember itu menegaskan pentingnya pelajar NU untuk terus meneladani sosok Mbah Shiddiq  dan keturunannya. Mbah Shiddiq, katanya, tidak bisa dipisahkan dari sejarah perjalanan NU. Sebab, cukup banyak anak dan cucuk beliau yang menjadi sosok penting di NU, dan mewarnai dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara.

“NU bisa harum dan besar seperti sekarang, berkat perjuangan dan keikhalasan beliau-beliau,” jelasnya.
Harapan senada juga disampaikan Ketua PC IPPNU Jember, Aini Viki Mardiani. Menurutnya, apa yang diperjuangkan oleh Mbah Shiddiq dan anak-anaknya, hasilnya cukup membanggakan. Salah satunya adalah penerimaan asas tunggal oleh NU.

“Di situ ada peran yang cukup besar dari KH Ahmad Shiddiq selaku tokoh NU,” ungkapnya.
Dalam acara ta’aruf itu, juga dilakukan tahlilan dan khataman Al-Quran untuk Mbah Shiddiq dan kerabatnya yang dikubur di situ  (Red: Aryudi AR)