::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Mendikbud Shalawatan Bareng Gus Anam dan Santri

Senin, 11 Februari 2019 08:00 Daerah

Bagikan

Mendikbud Shalawatan Bareng Gus Anam dan Santri
Kunjungan Mendikbud ke Pesantren Pesantren At-Taujieh Al Islamy 2, Leler, Jawa Tengah
Banyumas, NU Online
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy berkunjung ke Pesantren At-Taujieh Al Islamy 2, Leler, Kebasen, Banyumas, Jawa Tengah Sabtu (9/2). Selain ramah tamah, Muhadjir juga berkunjung ke SMP dan SMA Islam Andalusia. Turut dalam rombongan Sekretaris Jendral Kemendikbud, Didik Suhardi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banyumas, Irawati. 

Di hadapan Pengasuh Pesantren, KH Zuhrul Anam Hisyam (Gus Anam), Mendikbud mengaku lega, karena akhirnya bisa silaturahmi.

Alhamdulillah, akhirnya saya bisa silaturahmi dengan Gus Anam. Setelah sebelumnya, sudah dijadwalkan selalu gagal,” kata Muhadjir yang sudah dua kali batal hadir di Leler. 

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyyah Malang tersebut memberikan pesan pada santri dalam sambutan singkatnya. Di antaranya, mengajak santri untuk siap menghadapi revolusi industri 4.0 dengan memperhatikan rumus 5C. Yaitu, critical thinking, creativity, communication skill, collaboration dan confidence.

"Tradisi pesantren dikenal ketat dengan pelajaran teks, para santri harus berpikir kritis melihat dunia luar. Ilmu harus digali secara lebih luas dan mendalam, sesuai konteks, tetapi harus tetap kuat memegang aqidah," kata Mendikbud. 

Muhadjir mengapresiasi model pendidikan di At-Taujieh Al Islamy dengan konsep The Real Boarding School di mana santri adalah siswa SMP-SMA Islam Andalusia sekaligus santri pesantren dan tinggal di asrama atau pesantren.

“Model yang seperti ini yang saya maksud. Jadi, anak-anak tidak hanya pandai ilmu umum tetapi juga agama,” katanya. 

Di sela-sela sambutan, dengan mengejutkan Mendikbud melantunkan shalawat Roqoot aina yaa syauqan atau Assalamualaika Ya Rasulallah. Tak pelak, ribuan santri yang memang terbiasa dengan shalawat tersebut langsung bersama-sama mengikuti. Jadilah, suasana  berubah syahdu dengan pujian kepada Nabi Muhammad SAW tersebut. 

Sementara Gus Anam menyampaikan rasa terimakasih atas kunjungan Mendikbud Muhadjir Effendy.

“Kami berdoa semoga Pak Menteri panjang umur, barakah dan diberi keturunan yang mampu melanjutkan perjuangannya,” katanya. 

Sedangkan Direktur Al-Ithqon, Syaikh Mahmud Fathi Hijazi dari Mesir yang turut hadir memuji kepribadian Mendikbud.

“Kata Syaikh Mahmud, baru kali ini ada pejabat negara yang terlihat begitu cinta pada Nabi Muhammad SAW dan mau dekat dengan masyarakat,” kata Syaikh Mahmud sebagaimana diterjemahkan Gus Anam sebelum menutup acara dengan doa. 

Di penghujung acara, Mendikbud mengatakan akan membantu laboratorium komputer untuk SMA Islam Andalusia. Sementara untuk SMP Islam Andalusia, Mendikbud akan mengusahakan bantuan berupa bangunan.

Turut hadir dalam menyambut Mendikbud, H Sunarto Arif (Ketua Yayasan), Dayono MM (Kepala SMP Islam Andalusia), H Dawud Buang (Kepala SMA Islam Andalusia), Wahyudin (Kepala SMP Islam Andalusia 2) dan segenap ustadz dan dewan guru. (Kifayatul Ahyar/Muhammad Faizin)