::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Masalah Utama Mutu Pendidikan Indonesia Menurut Gus Solah

Senin, 11 Februari 2019 19:30 Nasional

Bagikan

Masalah Utama Mutu Pendidikan Indonesia Menurut Gus Solah
KH Salahuddin Wahid
Jombang, NU Online
KH Salahuddin Wahid (Gus Solah) mengungkap beberapa penyebab turunnya mutu pendidikan Indonesia. Salah satunya yakni kesejahteraan pendidik dan tenaga pendidik yang rendah. Bahkan bisa dikatakan di bawah standar.

Gus Solah mengatakan hal ini saat pertemuan para pakar manajemen pendidikan di gedung KH Yusuf Hasyim Pesantren Tebuireng, Ahad (10/2). Dalam kesempatan ini Gus Sholah berbicara banyak hal tentang pendidikan.

“Masalah pendidikan utamanya itu dua hal, mutu bahan baku dan kesejahteraan,” jelas cucu pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asy’ari ini.

Gus Solah memulai pembahasan tentang konsep pendidikan yang meliputi tiga aspek. Meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Gus Solah menilai saat ini perhatian pemerintah dalam pendidikan lebih tinggi terhadap aspek kognitif dibandingkan afektif. Sementara itu aspek kognitif belum bisa disebut baik.

“Kognitif di Indonesia walaupun di atas afektif tetap masih kurang baik. Masalah utama kita ada pada mutu guru. Ini jadi masalah nasional,” ungkapnya.

Menurutnya, hal selanjutnya yang menjadi masalah pendidikan di Indonesia adalah persoalan kesejahteraan. Putera KH Wahid Hasyim ini membandingkan kesejahteraan guru Indonesia dan gaji yang diterima para guru di Negara Finlandia yang begitu besar. Ini berakibat guru tidak menjadikan mengajar sebagai pekerjaan utama dengan mencari pekerjaan sambilan lainnya.

“Finlandia negara kecil tapi pendidikannya maju, kesejahteraan gurunya diperhatikan,” tutup Gus Solah. (Syarif Abdurrahman/Muhammad Faizin)