::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Fadli Zon Dinilai Tak Paham Adab, Syuriyah MWCNU: Awas Kualat Lho Ya

Senin, 11 Februari 2019 18:15 Daerah

Bagikan

Fadli Zon Dinilai Tak Paham Adab, Syuriyah MWCNU: Awas Kualat Lho Ya
Fadli Zon dan KH Maimoen Zubair (Ist.)
Jombang, NU Online
Belakangan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pusat, Fadli Zon sedang ramai menjadi perbincangan publik lantaran puisinya yang dianggap tak beradab kepada salah satu kiai sepuh NU, KH Maimoen Zubair beberapa hari lalu.

Rais Syuriyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, KH Abdul Chaiyi Asmad pun angkat bicara mengomentari puisi politisi Partai Gerindra itu. 

Ia mengatakan, puisi yang diduga ditujukan kepada Mbah Maimoen itu dinilai sangat tidak pantas dan bahkan tidak beradab. Mbah Moen merupakan panutan banyak umat. Sampai saat ini dawuh-dawuhnya selalu dinanti-nanti berbagai elemen masyarakat.

"Mbah Moen adalah kiai kharismatik dan kiai sepuh yang menjadi panutan warga NU. Sangat tidak pantas diperlakukan seperti itu (di-bully, red). Awas kualat lho ya," katanya saat mengisi pengajian rutinan Ahad Legi MWCNU Mojowarno, Ahad (10/2) malam di Masjid Al Ikhlas, Catakgayam Selatan, Mojowarno.

Menantu almarhum KH Makki Ma'soem  ini lebih jauh memaparkan, para kiai adalah rujukan umat saat menghadapi masalah dalam segala hal. Para ulama kata dia, sudah mesti memiliki solusi yang tepat untuk menyelesaikannya. Oleh karena itulah kiai dan ulama harus selalu dimuliakan. Bukan sebaliknya.

"Selain itu para kiai dan ulama mewakafkan 75% waktunya untuk umat sedangkan hanya 25% untuk dirinya dan keluarganya. Maka dari itu dalam tradisi kita, tradisi NU, Kiai memiliki maqom (tempat) yang tinggi bagi warga NU. Beliau-beliau adalah pewaris para Nabi," tuturnya. 

Hadir pada pengajian tersebut seluruh ranting NU se-Mojowarno dan utusan badan otonom (Banom) NU. (M Khakim/Syamsul Arifin/Muhammad Faizin)