::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Pelatihan Kelola Plastik Bekas Dorong Pemuda dan Santri Peduli Limbah P lastik

Selasa, 12 Februari 2019 10:00 Pemberdayaan

Bagikan

Pelatihan Kelola Plastik Bekas Dorong Pemuda dan Santri Peduli Limbah P lastik
Pengolahan limbah plastik di Jepara
Jepara, NU Online
Pemuda-pemudi di masyarakat dan santri di Kabupaten Jepara Jawa Tengah yang ada di pesantren didorong untuk peduli terhadap limbah plastik yang setiap hari terus meningkat. 

Dorongan itu diinisiasi tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang bersama IPNU-IPPNU dan Karang Taruna Desa Gemulung Kecamatan Pecangaan Kabupaten Jepara dengan menggelar Pelatihan pengolahan limbah plastik bersama 20 peserta di Balai Kepemudaan Desa Gemulung, Sabtu (9/2) malam. 

Selain acara tersebut, awal pekan kemarin, Selasa (5/2) Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Region Kedung, Tahunan, dan Karimunjawa juga menyelenggarakan acara serupa. 

Kegiatan yang diikuti santri yang bertujuan mengenalkan pemanfaatan plastik bekas menjadi barang yang lebih berguna ini di pusatkan di Pesantren Al Mustaqim Desa Bugel Kecamatan Kedung Kabupaten Jepara. 

Koordinator desa (kordes) KKN Undip Afif kepada NU Online, Senin (11/2) mengatakan, pelatihan bagi pemuda itu diharapkan mampu mengurangi limbah plastik di pembuangan sampah yang sudah menggunung. "Dan mengajak organisasi kepemudaan desa mampu menggerakkan masyarakat untuk lebih cerdas menggunakan plastik yang telah terpakai agar bisa dimanfaatkan lebih baik, syukur bisa memiliki nilai jual," kata dia.

Pengurus IPNU Ranting Gemulung, Failasofa Shidqi Novian menambahkan, gerakan tersebut berangkat dari keresahan akan banyaknya sampah plastik di tempat pembuangan akhir (TPA).

"Sedangkan kita tahu sampah plastik susah terurai dan berbahaya pencemarannya terhadap alam terutama tanah," papar Ketua IPNU Gemulung, Sofa. 

Hasil pelatihan akan diajukan ke pemerintah desa (Pemdes) agar bisa mendapatkan support lebih dan akan dilanjutkan kepada anggota IPNU-IPPNU bersama Karang Taruna untuk melengkapi sekaligus memperindah wana wisata air yang ada di desa Gemulung yaitu Sendang Kamulyan. 

"Sembari mengajak masyarakat sekitar untuk ikut terlibat dalam menjaga lingkungan dan memanfaatkan sampah plastik menjadi barang yang bisa digunakan lebih baik lagi lebih-lebih memiliki nilai jual," imbuhnya.

Pengasuh Pesantren Al Mustaqim, Bugel, Kedung, Jepara KH  Sholahuddin Muhsin Ali mengutarakan, lewat kegiatan di pesantrennya harapannya memberi kesadaran santri akan bahaya sampah plastik.  "Dan pelatihan juga mengedukasi mereka," terang Gus Sholah yang juga Ketua Yayasan Muhsin Ali ini. 

Salah satu santri, Iskandar yang menjadi salah satu peserta pelatihan mengaku bahwa kegiatan di Pesantren Al-Mustaqim yang bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Teknik Industri (TI) Fakultas Saintek Unisnu Jepara bermanfaat bagi santri untuk mengenal limbah dan cara pengolahannya karena di pesantren juga ada problem terhadap limbah plastik. (Syaiful Mustaqim/Muiz)