::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Hadapi Revolusi Industri 4.0, Pergunu Jatim Dorong Guru Tingkatkan Kompetensi Pedagogik

Selasa, 12 Februari 2019 12:00 Daerah

Bagikan

Hadapi Revolusi Industri 4.0, Pergunu Jatim Dorong Guru Tingkatkan Kompetensi Pedagogik
Jombang, NU Online
Sekretaris Umum Pimpinan Wilayah (PW) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jawa Timur (Jatim), Ahmad Faqih menyatakan, para guru saat ini perlu meningkatkan kompetensi pedagogik. Ini tak lain karena seorang guru, mau tidak mau, harus berhadapan dengan era revolusi industri 4.0.

Menyikapi ini, Pergunu Jatim sedang dan terus berupaya semaksimal mungkin meningkatkan kompetensi tersebut dengan bentuk pelatihan-pelatihan, workshop, dan sejenisnya.

"Terakhir kita, Pergunu Jatim menggelar Seminar dan Workshop Indonesia STEAM Week guna menghadapi revolusi industri 4.0 selama dua hari tanggal 9 sampai 10 Februari 2019 di Gedung Widyatama LPMP Surabaya, Jawa Timur," ucapnya kepada NU Online, Senin (11/2).

Pria yang pernah menjabat Ketua PC Pergunu Jombang ini menyatakan, revolusi industri 4.0 menjadi tantangan tersendiri bagi seorang guru. Revolusi industri 4.0 atau yang dikenal dengan revolusi industri keempat ini, tuturnya, akan mengakibatkan pekerjaan manusia lebih banyak digantikan teknologi terkini, termasuk pekerjaan sebagai seorang guru.

Namun demikian, perkembangan tersebut harus disikapi dengan baik dan bijak oleh guru terutama guru yang berlatar belakang NU untuk terus meningkatkan seni mengajar agar tetap menarik dari waktu ke waktu. Sehingga peserta didik benar-benar bisa menjadi generasi berkualitas.

"Kita berusaha menyiapkan guru NU khususnya agar memiliki kompetensi pedagogik terkini dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar, yakni STEAM (Science, Tecnologi, Engineering, Art and Math) serta HOTs (Higher Order Thinking Skill) di era revolusi industri 4.0," jelasnya.

Faqih mengemukakan, setidaknya ada ratusan guru yang sudah dilatih kala itu untuk menggunakan model dan seni belajar mengajar yang sifatnya lebih kekinian. Ke depan, lanjutnya, dirinya akan terus mendorong para guru-guru di berbagai daerah untuk melakukan hal yang sama. 

"Kemarin jumlah peserta 160 guru anggota Pergunu sendiri dan 100 orang guru umum atau non anggota Pergunu," pungkasnya. (Syamsul Arifin/Muhammad Faizin)