::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

PCNU Kota Pekalongan: Masjid Harus Jadi Agen Pemberdayaan Umat

Rabu, 13 Februari 2019 14:00 Daerah

Bagikan

PCNU Kota Pekalongan: Masjid Harus Jadi Agen Pemberdayaan Umat
Ketua PCNU Kota Pekalongan, H Muhtarom (kanan)
Pekalongan, NU Online
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan H Muhtarom mengungkapkan, masjid di lingkungan NU khususnya, harus menjadi agen pemberdayaan umat, karena Rasulullah mefungsikan masjid tidak hanya untuk ibadah saja.

Kepada NU Online, Selasa (12/2) Ketua PCNU Kota Pekalongan berharap, pendidikan dan pelatihan (Diklat) manajemen masjid yang diadakan Lembaga Takmir Masjid (LTM) PCNU Kota Pekalongan di Gedung Aswaja, Jumat (8/2) malam bisa meningkatkan peran masjid dalam pemberdayaan umat. 

"Selain sudah menjadi program kerja PCNU, diklat pengurus masjid dinilai sangat penting, karena itu, LTM NU sebagai salah satu lembaga yang dimiliki NU berkewajiban untuk membina atau mengkonsolidasikan potensi yang ada di masjid-masjid bagi warga NU untuk dapat menjadi tempat pemberdayaan umat," ujarnya.

PCNU Kota Pekalongan sendiri memandang bahwa saat ini masih banyak masjid yang belum menjalankan fungsinya dengan baik dan tepat. Bahkan ada masjid yang sepi kegiatannya sehingga terjadi fenomena ‘rebutan’ masjid. Menurutnya, akhir-akhir ini banyak orang yang tiba-tiba kaget karena ‘kehilangan masjid’, sebenarnya ini bukan fenomena baru.

“Kalau masjid tidak telaten kita jaga pasti ada orang lain yang tidak punya tempat dan aset tapi berani untuk ‘ndablek’ masuk dan mengambil alih mengurus masjid. Apa yg telah terjadi selama ini di banyak daerah itu harus menjadi cerminan, jika masjid tidak dijaga maka amaliyah yang turun temurun diamalkan warga NU tiba-tiba disesatkan dan disalahkan,” tuturnya.

Lebih lanjut Muhtarom mengingatkan, agar diklat manajemen masjid yang digelar LTM bisa menjadi langkah konkrit bagi masing-masing pengurus masjid di tiap kelurahan. Menurutnya, yang paling penting dalam acara tersebut adalah dipahami dan dieksekusi.

“Karena jika paham tanpa ada implementasi di lapangan maka masjid tidak akan dapat menjadi pusat pemberdayaan umat. Seperti banyak masjid yang sarana dan prasarananya tidak diperhatikan, bahkan sajadah atau karpet untuk sujud sudah sangat kasar dan tidak layak. Padahal uang yang dimiliki masjid jumlahnya milyaran,” tuturnya.

Ketua Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Kota Pekalongan M Fuad Mukhlis menjelaskan, kegiatan yang sudah menjadi agenda PCNU Kota Pekalongan tersebut dalam rangka meningkatkan pemberdayaan dan peran masjid bagi umat Islam khususnya warga NU.

“Harapannya agar masjid-masjid di Kota Pekalongan bisa lebih aktif, baik dari kegiatan shalat lima waktu hingga kegiatan sosial keagamaan lainya. Sehingga warga atau jamaah masjid dapat lebih merasakan peran masjid,” jelasnya.

Dikatakan, pemberdayaan yang diusung LTM PCNU Kota Pekalongan tersebut tidak berputar pada kegiatan ‘ubudiyah’ seperti salat fardhu saja, namun juga pemberdayaan sosial seperti kegiatan dan kesehatan juga mampu diperankan oleh masjid. 

“Nantinya di masjid-masjid milik NU ini kegiatannya dapat lebih aktif dan berkembang. Seperti kegiatan sosial kemasyarakatan dan kesehatan atau yang lainya, di samping melestarikan amaliyah ibadah ahlussunah waljamaah menjadi prioritas,” pungkasnya. (Muiz)