::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

RAKORNAS NU CARE-LAZISNU 2019

Berkhidmat Membangun Arus Baru Ekonomi Umat, Tema Rakornas LAZISNU 2019

Jumat, 15 Februari 2019 02:15 Nasional

Bagikan

Berkhidmat Membangun Arus Baru Ekonomi Umat, Tema Rakornas LAZISNU 2019
Poster Rakornas NU Care-LAZISNU 2019
Sleman, NU Online
NU Care-LAZISNU menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Pondok Pesantren Diponegoro, Sleman, Yogyakarta, Jumat-Ahad, 15-17 Februari 2019.

Rakornas yang mengusung tema Berkhidmat Membangun Arus Baru Ekonomi Umat diikuti pengurus NU Care-LAZISNU dari tingkat wilayah dan kabupaten atau kota. Diperkirakan sebanyak 400 orang mengikuti agenda tahunan NU Care-LAZISNU ini.

"Rakornas diikuti pengurus dan manajemen NU Care-LAZISNU seluruh Indonesia," kata Ketua NU Care-LAZISNU, H Acmad Sudrajat.

Rakornas menjadi ajang silaturahim, laporan kinerja NU Care-LAZISNU dari setiap wilayah dan cabang, serta rencana strategis setahun ke depan. Dalam sesi laporan kinerja, bakal diisi sharing keberhasilan tata kelola NU Care-LAZISNU.

Secara umum pada tahun 2018 kemarin, kata Ajat, keberhasilan NU Care-LAZISNU di seluruh Indonesia menunjukkan hasil yang membanggakan.

"Potensi ekonomi umat Nahdlatul Ulama jika digerakkan dengan mesin yang cepat akan menghasilkan hal-hal yang signifikan," jelasnya.

Rakornas NU Care-LAZISNU berfokus pada pemaksimalan zakat yang diharapkan mampu membuat arus baru ekonomi masyarakat Indonesia.

Ajat mengimbau seluruh penggerak kemanusiaan Nahdlatul Ulama untuk bekerja bersama, dengan tulus dan ikhlas. Penataan yang baik, kata dia, akan menghasilkan peran-peran kemanusiaan yang diamanatkan pendiri Nahdlatul Ulama.

"Mari bersama, kita sukseskan semua program-program (seperti) yang kita torehkan, NU Peduli. Kebersamaan, sinergitas dengan program yang signifikan, di antaranya NU Cash. Maka akan menghasilkan karya-karya anak bangsa Nahdlatul Ulama dalam membawa kebahagiaan dunia dan akhirat," tambahnya.

Menurutnya zakat memang bukan hal baru, namun zakat haruslah dimassifkan dengan cara yang baru untuk arus ekonomi yang baru. Dengan kekuatan zakat, harus dibangun kesejahteraan umat dan sebagai sarana berkhidmat membangun kebersamaan dunia dan akhirat.

Rakornas dijadwalkan dihadiri Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar, Sekjen PBNU H Ahmad Helmy Faishal Zaini, Dewan Pengawas NU Care-LAZISNU KH Mujib Qulyubi, Ketua PBNU H Sulthon Farhoni, serta Deputi Baznas Arifin Purwakananta. (Kendi Setiawan)