::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Semangat Koin NU dari Kabupaten Sorong

Jumat, 15 Februari 2019 23:00 Pemberdayaan

Bagikan

Semangat Koin NU dari Kabupaten Sorong
Abdul Salam (kiri) di arena Rakornas NU Care-LAZISNU Sleman.
Sleman, NU Online
Semangat menggerakkan zakat, infak, dan sedekah juga dilakukan para pengurus NU Care-LAZISNU Kabupaten Sorong, Papua Barat.

Koordinatr fundraising NU Care-LAZISNU Kabupaten Sorong, Abdul Salam mengatakan keaktifan NU Care-LAZISNU Kabupaten Sorong dilakukan seusai Konfercab PCNU Kabupaten Sorong tahun 2017.

"Kemudian, dengan mengagambil spirit Rakornas NU Care-LAZISNU di Sragen, Jawa Tengah tahun 2018, kita bergerak menggulirkan Koin NU sebagai salah satu program utama," kata Abdul Salam di sela-sela Rakornas NU Care-LAZISNU 2019 di Pondok Pesantren Pangeran Diponegoro, Sleman, Yogyakarta.

Pria yang juga Ketua GP Ansor Kabupaten Sorong ini menambahkan pada tahap awal atau sejak sekitar April 2018, sudah seribu kaleng Koin NU yang diedarkan. Secara teknis kotak Koin NU disebarkan lewat ranting NU dan Banom.

"Kita bersinergi sekalipun belum maksimal dengan mengambil semangat kemandirian seperti yang dilakukan LAZISNU Sragen," katanya.

Hingga Desember 2018, pergerakan Koin NU Kabupaten Sorong mencapai sekitar 250 juta rupiah. Dana tersebut dimanfaatkan untuk membantu penanganan dampak bencana gempa bumi NTB dan Palu.

"Bantuan untuk NTB sebesar 50 juta rupiah dan untuk Palu 90 juta," rincinya.

Dana dari Koin NU juga dimanfaatkan untuk membantu guru-guru Ma'arif NU dan sekolah-sekolah di Papua. Kemudian kegiatan-kegiatan NU di tingkat ranting juga dialokasikan dari Koin NU. 

"Banyak organisasi tidak bergerak alasanya tidak ada dana untuk menggerakkan. Lewat Koin NU ini terbantu sekali," paparnya.

Sama dengan daerah lainnya, untuk mengaktifkan Koin NU diterjunkan juga para kader seperti Fatayat NU, Muslimat NU, serta Ansor dan Banser.

Abdul Salam menuturkan, gerakan Koin NU di Kabupaten Sorong menghadapi tantangan karena karakter warga yang umumnya transmigran di mana semangat berorganisasi mereka kurang. "Di Jawa sudah banyak organisasi, mereka ke sini agar ekonomi lebih matang, sehingga agak sedikit apatis untuk berorganisasi," ungkapnya.

Namun demikian warga umumnya menjalankan amaliah NU yang kental. Saat sosialisasi Koin NU ke ranting-ranting warga dikumpulkan membahas program LAZISNU dan tanggapan mereka luar biasa.

Abdul Salam berharap dengan mengikuti Rakornas NU Care-LAZISNU pengetahuan dan semangat pengelolaan ZIS yang ia dapatkan semakin kuat sebagai bekal pengembangan di Kabupaten Sorong. (Kendi Setiawan)