::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

MUNAS-KONBES NU 2019

Jelang Munas 2019, Para Kiai Bahas Problematika Darurat Sampah Plastik

Sabtu, 16 Februari 2019 10:00 Munas-Konbes NU 2019

Bagikan

Jelang Munas 2019, Para Kiai Bahas Problematika Darurat Sampah Plastik
Tangerang, NU Online
Para kiai NU mendiskusikan problematika sampah plastik yang telah menjadi masalah darurat di Pondok Pesantren Al-Hasaniyah, Teluk Naga, Tangerang, Jumat-Ahad, (15-17/2). Mereka membahas masalah ini dari sudut pandang hukum fiqih.

Masalah yang diangkat dalam perkara ini adalah pembuangan sampah plastik sembarangan, penerapan sanksi oleh pemerintah atas industri yang tidak mengelola sampah kemasan produknya, pemboikotan masyarakat atas perusahaan yang tidak bertanggung jawab terhadap sampah produknya, dan pihak yang bertanggung jawab atas dampak negatif karena kurangnya pengelolaan sampah plastik.

KH Asnawi Ridwan yang memimpin sidang bahtsul masail jelang Munas NU 2019 ini mengatakan, sampah plastik adalah masalah darurat. Kantong plastik menumpuk di rumah. Masalah sampah lainnya adalah soal penguraian sampah plastik.

“Kemasan kecil sampo tidak lagi bisa diurai. Bahaya sampah ini bukan masih dugaan, tetapi sudah riil,” kata Kiai Asnawi yang bertanggung jawab dalam komisi waqiiyah LBM PBNU.

Ia menambahkan bahwa masalah sampah plastik berdampak pada lingkungan laut. Sampah plastik di laut merusak ikan dan biota laut pada umumnya. Dengan demikian, ikan laut yang selama ini dikonsumsi masyarakat juga terkontaminasi sampah plastik.

Tampak hadir Rais Syuriyah PBNU KH Ishomuddin, LBM PBNU KH Azizi Hasbullah, KH Yasin Asmuni, Kiai Azka, dan Fitri dari Lembaga Penanggulangan Bencana dan Iklim (LPBI) PBNU.

Ustadz Munawwir dari PWNU Lampung mengatakan bahwa letak keharaman pembuangan sampah sembarangan bukan pada kemunkarannya, tetapi pada mafsadatnya.

“Ini penting dikaji sejauh mana tingkat mafsadatnya,” kata Munawwir. (Alhafiz K)