::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

RAKORNAS NU CARE-LAZISNU 2019

Pesan Kiai Mujib Qulyubi pada Rakornas LAZISNU

Sabtu, 16 Februari 2019 11:00 Nasional

Bagikan

Pesan Kiai Mujib Qulyubi pada Rakornas LAZISNU
KH Mujib Qulyubi (kiri/foto: Ahmad Sofyan)
Sleman, NU Online
Ketua Dewan Syariah NU Care-LAZISNU, KH Mujib Qulyubi menegaskan semangat gerakan zakat, infak, dan sedekah yang dikelola para pengurus NU Care-LAZISNU harus berlandaskan pada hukum-hukum Islam.

"Euphoria (semangat) NU Care-LAZISNU saat ini harus berlandaskan pada hukum Islam. Hukum tersebut tidak hanya yang tertuang dalam Al-Qur’an dan hadits, tapi juga musyawarah dan kesepakatan ulama,” kata Kiai Mujib yang mengisi Rakornas NU Care-LAZISNU di Pesantren Pangeran Diponegoro, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (16/2) pagi.

Oleh karena itu, NU Care-LAZISNU harus bersinergi dengan Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBM NU). "Pengurus NU Care-LAZISNU jangan jalan sendiri-sendiri, tetapi lebih dulu dikonsultasikan dan komunikasikan dengan LBM setempat. Di tingkat pusat, harus dengan LBM pusat, demikian juga di tingkat wilayah, daerah, cabang dan ranting," ujarnya.

Kiai Mujib memisalkan jika ada pertentangan hukum soal, zakat, infak tanyakan pada kiai, berkumpul dengan para kiai LBM NU. Jika tidak terputuskan pada LBM NU maka persoalan tersebut dapat dibawa ke Musyawarah Nasional (Munas) NU ataupun Muktamar NU.

"Tanggal 26 Februari nanti Munas NU di Banjar, kalau ada persoal zakat, infak, sedekah mulai diusulkan dibawa ke Munas agar mendapat legitimasi NU secara nasional," ujarnya.

Apabila pengurus NU Care-LAZISNU bersinergi dengan para kiai di LBM, kata Kiai Mujib, Allah akan menapakkan langkah pengurus dengan teguh.

Di samping itu, para pengurus juga harus melihat umat atau masyarakat dengan kasih sayang. Pengurus harus mendekati umat dan tahu apa yang diinginkan.

Para pengurus tidak hanya cukup memiliki kesalehan atau kebaikan yang hanya berguna untuk dirinya sendiri, tetapi kemanfaatan bagi masyarakat sekitar.

"Jangan sampai pengurus NU Care kaya sendiri, dan masyarak sekitarnya kesusahan. Pengurus harus sejahtera, umat di kanan kiri juga sejahtera," tandasnya.

Pada kesempatan tersebut Kiai Mujib memuji kiprah NU Care-LAZISNU yang dapat bersinergi dengan lembaga dan Banom NU lainnya dalam program-program yang dijalankan.

"Saya melihat NU Care-LAZISNU sudah menjadi motor di semua lembaga dan Banom NU. Dengan adanya persatuan ini, ada secercah matahari di NU Care-LAZISNU," katanya. (Kendi Setiawan)