::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

UPZISNU Kepatihan Tidak Hanya Bantu Warga NU

Ahad, 17 Februari 2019 12:30 Daerah

Bagikan

UPZISNU Kepatihan Tidak Hanya Bantu Warga NU
Santunan UPZISNU kepada warga
Jombang, NU Online
Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) dan Petugas Unit Pengumpul Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (UPZISNU) Kepatihan, Kecamatan Jombang, Jawa Timur kembali menyantuni warga yang meninggal dunia bernama Santo. Santunan yang berupa uang tunai Rp 500 ribu dan 10 kardus air meneral diserahkan kepada keluarga almarhum, Sabtu (16/2) malam.

Almarhum yang berada di kawasan RW 09 RT 01 Desa Kepatihan itu diketahui bukan warga yang berlatar belakang NU, melainkan penganut paham atau ajaran LDII setempat.

Ketua PRNU Kepatihan H Muhammad Manshur mengatakan, santunan yang diberikan dari hasil Kaleng Sedekah tersebut memang diperuntukkan kepada warga Kepatihan secara umum, tanpa memandang organisasi, partai dan agama tertentu.

"Gerakan ini tidak membedakan organisasi diniyah apapun, juga tidak memandang dari partai apapun, karena kami tidak terikat dengan politik apapun," jelasnya.

UPZISNU Kepatihan secara prinsip semata ingin menebar manfaat kepada sesama tanpa memandang bulu. Terlebih menurut dia, sejak awal UPZISNU Kepatihan memiliki motto 'Kabeh Dulurku'. Motto ini kemudian menjadi ghirah tersendiri dalam melakukan program-programnya.

"Program ini kami tujukan untuk seluruh warga Desa Kepatihan tak pandang apa-apa dan tak pandang siapa-siapa, entah NU, Muhammadiyah, LDII, muslim bahkan non muslim asal warga Desa Kepatihan kami akan perhatikan," ucapnya.

H Manshur bertekad merealisasikan program santunan terhadap warganya itu dengan istiqamah. Sementara bentuk santunan yang selama ini disalurkan adalah berupa uang Rp 500 ribu dan 10 kardus air meneral bagi warga Kepatihan yang meninggal dunia, dan uang Rp 500 ribu bagi warga Kepatihan yang melahirkan.

"Warga Kepatihan tertimpa musibah kematian kami pengurus akan datang membawaka air 10 kardus dan santunan 500 ribu rupiah," tuturnya.

Namun beda halnya dengan warga yang mendapatkan santunan sebab melahirkan. Khusus program ini, kata dia, warga yang bersangkutan harus terdaftar sebagai warga yang sebelumnya bersedia bersedekah melalui Kaleng Sedekah yang dikelola UPZISNU.

"Bagi yang melahirkan kalau ingin mendapatkan santunan ya harus punya Kaleng Koin (Kaleng Sedekah) ini. Misalkan malam sudah terdaftar sebagai peserta Kaleng Sedekah dan sedang hamil besar, kemudian keesokan harinya melahirkan, kami jamin santunan langsung cair," pungkasnya. (Syamsul Arifin/Muiz