::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Mustasyar PBNU: Pesantren Harus Siapkan Generasi Rijaluddin

Ahad, 17 Februari 2019 17:00 Nasional

Bagikan

Mustasyar PBNU: Pesantren Harus Siapkan Generasi Rijaluddin
Peringatan Harlah ke-93 NU di Purwakarta, Jabar
Purwakarta, NU Online
Perjalanan panjang pesantren telah menunjukkan kualitasnya sebagai lembaga yang mampu melahirkan generasi rijaluddin atau tokoh agama yang mampu mengawal serta menjaga ajaran Islam ahlussunah waljamaah dan rijaludaulah atau tokoh negara yang mampu mengawal dan menjaga eksistensi negara dari berbagai rongrongan.

Demikian disampaikan Mustasyar PBNU KH Ma'ruf Amin dalam ceramahnya di acara Peringatan Harlah ke 93 NU dan Milad ke 26 Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (15/2)

"Ulama sebagai waratsatul anbiya perlu ada penggantinya sebab kalau ulama 'diambil' oleh Allah SWT maka ilmunya juga akan dibawa, ilmunya tidak ditinggal," tandasnya.

Sambil mengutip sabda Rasulullah, Kiai Ma`ruf menyampaikan bahwa Allah tidak akan mengambil ilmu dari hati manusia kecuali dengan mengambil para ulama-Nya, sehingga jika para ulama wafat dan tidak ada satu pun orang alim maka orang-orang akan mengangkat orang jahil menjadi ulama dan akan mengeluarkan fatwa tanpa ilmu sehingga fatwanya akan menjadi sesat juga menyesatkan.

"Karena itu perlu ada penjaga, perlu ada rijaluddin, harus ada tokoh-tokoh agama yang mutafaqqihina fiddin, ulama yang faham agama yang digembleng di pesantren," tambahnya.

Selain itu, kata dia, rijaluddin ini akan berpegang kepada ajaran Islam moderat yang mampu menjaga umat dari aqidah dan cara berfikir menyimpang yang dianut oleh kelompok Islam tekstual yang hanya berpegang pada nash dan juga kelompok liberal yang memberikan tafsir secara berlebihan.

"Ajaran ulama yang mempunyai moderasi dalam berpikir, dinamis, dan bermanhaj inilah yang harus kita pertahankan dan kita jaga, yaitu ajaran ahlussunah wal jamaah," pesan Kiai M'ruf.

Selain itu, kata dia, pesantren juga menyiapkan generasi rijaludaulah yang sudah terbukti selalu mengawal dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia, bahkan sejak sebelum Indonesia merdeka. Makanya jika ada kelompok yang ingin merongrong negara selalu tertolak karena akan berhadapan dengan kaum santri.

Dalam kesempatan yang dihadiri Wagub Jawa Barat, Muspida Purwakarta, KBNU se-propinsi Jawa Barat itu memberikan motivasi kepada para santri agar selalu optimis bahwa santri mempunyai masa depan yang cerah yang bisa mewarnai di berbagai sektor kehidupan. (Aiz Luthfi/Muiz)