::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Fokus Isu Lingkungan, LPBINU Lamongan Belajar Kelola Sampah ke Mojokerto

Senin, 18 Februari 2019 09:00 Daerah

Bagikan

Fokus Isu Lingkungan, LPBINU Lamongan Belajar Kelola Sampah  ke Mojokerto
Tim LPBI NU Lamongan
Mojokerto, NU Online
Pengurus Cabang (PC) Lembaga Penanggulangan Bencana dan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Kabupaten Lamongan fokus masalah lingkungan dalam pengelolaan sampah dan mengkaji lebih dalam tentang Bank Sampah Nusantara (BSN).

Kegiatan bertempat di salah satu warung kopi di Desa Petak, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Kedua instansi ini bertemu dan berdiskusi tentang BSN. Mulai dari managemen perekrutan nasabah sampai pemasaran dan administrasi.

"Alhamdulilah kali ini kita kedatangan tamu dari Lamongan. Kita sharing dan belajar bersama tentang BSN. Kebetulan LPBINU Mojokerto punya pengalaman dalam masalah ini," kata Ketua LPBINU Mojokerto Saiful Anam, Ahad (17/2).

Dikatakan, LPBINU Mojokerto dipilih oleh LPBINU Lamongan sebagai lokasi belajar bersama, salah satunya karena BSN yang didirikan oleh LPBINU Kabupaten Mojokerto telah memiliki aktifitas dan sudah berjalan lancar. "Sesama warga nahdliyin kita harus bersinergi untuk kemamfaatan bersama, seharusnya instansi lain juga kayak ini," tambahnya. 

BSN yang digagas oleh LPBINU Kabupaten Mojokerto memang sudah memiliki lebih dari seratus nasabah. Dalam melaksanakan kegiatannya BSN ini, LPBINU Mojokerto bekerja sama dengan bank sampah yang sudah berdiri dan eksis sebelumnya di Mojokerto. 

"Selain itu, BSN kita juga sudah kerja sama dengan Bank Nasional Indonesia (BNI). Dengan demikian, BSN NU Mojokerto lebih mudah dalam melaksanakan transaksi dengan nasabah," beber Saiful.

Ketua LPBINU Lamongan Ainur Rofiq mengatakan, pihaknya membawa 20 anggotanya ke Mojokerto. Anggota tersebut diharapkan menjadi martil pembangunan dan gerakan peduli lingkungan di Lamongan dengan mengelola sampah dengan baik.

"Kegiatan BSN hari ini adalah bukti kecil dan nyata, bahwa NU tidak tinggal diam dalam isu-isu lingkungan," lanjutnya.

Ia menyebutkan dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kampanye tentang keramahan lingkungan melalui giat BSN muncul dan terwujud di Kabupaten Lamongan. Dan pada suatu hari nanti tak ada lagi pembuangan sampah sembarangan. Seperti buang sampah di sungai, pinggir jalan raya, dan selokan air.

"Memang sampai hari ini, BSNNU kami belum bisa memberikan support materi yang bersifat ekonomi NU. Namun kita sudah berhasil membangun kesadaran peduli sampah, tinggal nunggu hasil. Ini bukti bahwa NU berperan aktif dalam masalah lingkungan dan perubahan iklim," pungkasnya. (Syarif Abdurrahman/Muiz)