::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ini Agenda-agenda Nasional yang Sukses saat Didukung NU

Kamis, 21 Februari 2019 01:00 Nasional

Bagikan

Ini Agenda-agenda Nasional yang Sukses saat Didukung NU
Jakarta, NU Online
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj berpendapat bahwa NU pernah melakukan kerja-kerja mendukung pemerintah dengan hasil yang memuaskan. Ia menyebutkan beberapa agenda tersebut, yaitu Keluarga Berencana (KB), masalah bunga bank, dan pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI). 

“Segala sesuatu kalau dimulai dari NU, beres itu. Dulu Keluarga Berencana a lot itu,” katanya pada pengajian rutin Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dengan tema Istighotsah untuk Indonesia Aman dan Damai di Gedung PBNU, Jakarta Rabu (20/2) malam

Kemudian, kata kiai asal Cirebon, Jawa Barat ini, para kiai NU membahas KB pada sebuah Musyawarah Nasional Alim Ulama atau muktamar NU pada tahun 1980-an. 

“Dalam munas atau muktamar, KB yang bertujuan untuk kesehatan, mengatur kelahiran anak itu boleh, yang tidak boleh itu, KB karena takut melarat, anaknya banyak takut melarat, tidak boleh itu. Kalau Keluarga Berencana untuk kesehatan, kemaslahatan, menjaga supaya istri tetap cantik,” itu boleh jelasnya. 

Di dalam dunia perbankan, NU juga memiliki andil dalam mencari jalan keluar menurut hukum Islam. Pada mulanya umat Islam mengharamkan bunga bank. 

“Ketika pemerintah ada program BPR. Masih banyak yang mengharamkan bunga bank. Begitu Muktamar Krapyak, tahun 1989, para kiai menyebut hukum bunga bank syubhat. Haram banget tidak. Halal banget juga tidak,” katanya. 

Ia berpendapat, jika uangnya 200 ribu, masih layaklah disimpan di bawah bantal. Namun, jika uangnya 2 2 miliar boleh disimpan di bank. Bunganya lalu disedekahkan.  

“Alhasil dimulai dari NU, tersebar sebagai agenda nasional,” kata pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqofah yang berceramah sambil lesehan ini.

Lebih jauh lagi, Kiai Said menyebutkan tentang pembubaran PKI. Waktu itu, Partai NU mendukungnya. Kemudian turut serta mengangkat Soeharto sebagai presiden.

Namun demikian, meski turut serta mendukung Orde Baru di bawah kepemimpinan Soeharto, pada perjalanannya NU tidak diberikan peran. 

“NU disuruh sidakep, takbiratul ihram saja,” katanya disambut tawa hadirin. (Abdullah Alawi)