::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Rasul Bersifat Jujur, KH Ma’ruf Amin: Ceramah dan Khotbah Kok Sebar Hoaks?

Kamis, 21 Februari 2019 14:35 Nasional

Bagikan

Rasul Bersifat Jujur, KH Ma’ruf Amin: Ceramah dan Khotbah Kok Sebar Hoaks?
Makassar, NU Online
Mustasyar PBNU KH Ma’ruf Amin menyayangkan penyebaran hoaks di pelbagai forum baik di grup media sosial, ceramah agama, dan khotbah Jumat belakangan ini. Penyebaran hoaks di forum-forum keagamaan bertentangan dengan sifat siddiq para nabi dan rasul sebagai penyampai nilai-nilai agama Allah.

“Nabi sidqan. Nabi jujur. Nggak pernah bohong. Ini kita malah sebar hoaks. Hoaksiyin dan makkiyin. Ahli hoaks dan ahli memaki, bukan ahli Mekah,” kata Kiai Ma’ruf Amin dalam dialog nasional bertema Pengarusutamaan Dakwah Islam Wasathiyah, Menyikapi Bahaya Hoaks dan Fitnah bagi Kehidupan Keagamaan dan Kebangsaan di Hotel Claro, Makassar, Rabu (20/2) malam.

Ketua Umum MUI ini menyayangkan bahwa hoaks dan ujaran kebencian menjangkiti sebagian forum-forum keagamaan. Hal ini, menurut Kiai Ma’ruf, seharusnya dapat dihindari, apalagi oleh seorang penceramah agama dan para khotib.

“Bahkan ceramah agama sudah pakai hoaks dan caci maki. Bahkan sudah masuk khotbah Jumat. Ini kan tidak cocok. Katanya ngikutin nabi? Di mana ngikutinnya?” kata Kiai Ma’ruf.

Ia menambahkan, Nabi Muhammad SAW itu bersifat lembut dan santun. Rasulullah SAW memilih pendekatan damai dan akhlak terpuji dalam menyebarkan ajaran Islam, bukan kekerasan.

“Nabi itu luar biasa sifat kelembutannya sebagaimana ayat tadi, dibaca. Law kunta fazhzhan ghalizhal qalbi, itu. Linta lahum,” kata Kiai Ma’ruf di hadapan 200 peserta dialog.

Pendekatan damai dan akhlak terpuji yang dipelopori oleh Rasulullah SAW membuka jalan terbuka bagi dakwah Islam baik dalam jangka pendek dan jangka panjang, kata Kiai Ma’ruf dalam dialog yang berlangsung Rabu-Jumat (20-22/2). (Alhafiz K)