::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Opaba PCINU Mesir, Satukan Nahdliyin untuk Peradaban

Kamis, 21 Februari 2019 18:00 Internasional

Bagikan

Opaba PCINU Mesir, Satukan Nahdliyin untuk Peradaban
Kairo, NU Online
Pimpinan Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Mesir mengadakan Orientasi Penerimaan Anggota Baru (Opaba). Berlangsung pada tanggal 15 Februari 2019 di Hadiqah Azhar, acara diikuti sebanyak 300 peserta.

Muhammad Iskandar Zulkarnain, selaku ketua Panitia OPABA menjelaskan tahun ini Opaba diadakan dengan acara out door terlebih dahulu agar tercipta keserasian dan keakraban dari para mahasiswa.

"Motivasi mengadakan acara ini adalah untuk bersilaturahim dan menyatukan keluarga NU yang berada di Mesir dari seluruh Indonesia. Semisal Pulau Jawa, Kalimantan, Sumatra dan Sulawesi," katanya.

Mengangkat tema Menjaga Prinsip Nilai-nilai yang Baik dan Mengambil Hal-hal Baru, panitia membentuk tiga pos. Pertama, pos jurnalistik yang memberikan gambaran umum tentang dunia jurnalistik dan lembaga jurnal PCINU seperti buletin atau majalah. Pos kedua adalah kajian untuk melatih cara membaca kitab dan mengkajinya. Pos ketiga adalah bahtsul masail.

"Alasan kita mengambil lembaga bahtsul masail adalah untuk menghidupkan kembali dan menambah anggota yang ingin masuk ke dalam lembaga itu. Jadi bukan hanya orang itu itu saja yang ikut andil," ujar Nida Adzkiya selaku panitia divisi acara. 

Dari tiga pos yang tersedia, para peserta harus mengikuti salah satu dari tiga pilihan.

"Acara ini sangat bagus. Selain ada permainannya ada kajiannya. Juga di sini yang awalnya saya merasa ragu masuk NU ketika mengikuti Opaba, saya semakin yakin di mana saya harus berpijak. NU memberikan pemikiran yang selaras dengan keinginan saya," ungkap Niken Retno Wulandari, salah seorang peserta.

Acara ini ditutup pada tanggal 16 Februari 2018 di Auditorium Markaz Syekh Zayid atau biasa disebut DL (Daurah Lughah) dengan seminar Menjadi Nahdhliyin yang Berilmu, Berkarakter dan Berbudaya. Seminar menghadirkan tiga pembicara.

Pembicara pertama adalah Ustadz Ilman Muhammad Abdul Haq, Ketua Tanfidziyyah PCINU Mesir periode 2016-2018 membawa tema tentang keilmuan. Ustaz Alfan Khumaidi, Ketua I PCINU Mesir periode 2018-2020 membawa tema keazharan. Habibah Masruroh membawa tema tentang kefatayatan. (Hablie Haq/Kendi Setiawan)