::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

HARI PEDULI SAMPAH

BSN: Tukar Botol Sampah Dapat Hadiah

Kamis, 21 Februari 2019 19:20 Nasional

Bagikan

BSN: Tukar Botol Sampah Dapat Hadiah
Hari Peduli Sampah di depan Gedung PBNU, Kamis (21/2)
Jakarta, NU Online
Memperingati Hari Peduli Sampah 2019, Bank Sampah Nusantara (BSN) melayani penukaran botol sampah dengan bermacam hadiah menarik. Ajang ini digelar sehari penuh, Kamis (21/2) di depan Gedung PBNU Kramat Raya 164 Jakarta Pusat.

Direktur BSN, Fitria Aryani mengatakan peringatan Hari Peduli Sampah oleh LPBI PBNU tahun ini bertema Kelola Sampah untuk Hidup Lebih Bersih dan Lebih Bernilai sehingga memfokuskan pada pengelolaan bank sampah.

"Hanya dengan menukarkan sembilan botol sampah masyarakat mendapatkan berbagai macam marchandaise seperti baju, tas, botol minuman, kopi, itu yang membuat orang berlomba-lomba mengikuti pameran hari ini," ujarnya ditemui di lokasi acara.

Ia juga menjelaskan masyarakat Indonesia perlu terus disadarkan soal pengelolaan sampah. Di negara seperti Australia, persoalan dan kepedulian soal sampah sudah selesai. "Pemerintah tinggal menyediakan sarana prasarana, menyediakan tempat sampah terpilah, dan mengambil jadwal sampah terpilah," papar perempuan yang bulan lalu diundang mengikuti penanganan kebencanaan di Australia.

Oleh karena itu, BSN LPBI PBNU terus melakukan sosialiasi dan kampanye, bahwa bukan cuma membuang sampah pada tempatnya, namun juga tata kelola termasuk memilah sampah.

"Kampanye seperti ini harus terus dilakukan agar masyarakat paham sampah memiliki nilai jual," imbuhnya.

Ia berharap masyarakat akan lebih paham mengelola sampah dan lebih peduli dimulai dari lingkungan mereka. "Hari Peduli Sampah 2020 diharapkan tidak hanya soal kampanye, tapi ada perputaran ekonomi dari pengelolaan sampah," ujarnya. (Kendi Setiawan)