::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Peserta Diklatsusnas Banser Husada Bawa Perlengkapan Praktis

Ahad, 24 Februari 2019 05:00 Nasional

Bagikan

Peserta Diklatsusnas Banser Husada Bawa Perlengkapan Praktis
Pringsewu, NU Online
Peserta Diklatsus dan Training of Trainer (ToT) Nasional Banser Husada (Basada), di Pringsewu, Lampung, 7-10 Maret 2019 mendatang diwajibkan membawa sejumlah perlengkapan praktis untuk survival sekaligus dilombakan.

Asinfokom Satkornas Banser Tatang Sumantri di Pringsewu, Ahad (24/2) menjelaskan, perlengkapan wajib dibawa peserta ialah Seragam PDL lengkap, pakaian dan sepatu olahraga lengkap, obat-obatan pribadi, suplemen dan vitamin, jas hujan, tumbler (botol minuman), Alat Tulis Kantor atau ATK. Kemudian perlengkapan sholat, mandi dan pribadi.

Untuk handuk, peserta diharapkan tidak membawa, cukup diganti dengan kanebo supaya base camp peserta tetap nyaman. 

"Panitia tidak menyediakan tempat untuk menjemur pakaian. Bayangkan, handuk lembab kemudian dijajar ramai-ramai di tempat istirahat tentu mengganggu kenyamanan selain kesehatan. Karena itu, handuk bisa diganti kanebo. Praktis dan nyaman. Setelah digunakan bisa dicuci bersih kemudian dikeringkan dengan cara diperas dan bisa disimpan lagi di tempatnya," ujar Tatang yang populer dipanggil komandan 42 itu.

Selain itu, peserta juga diharapkan membawa kompor lapangan dan cangkir, bahan bebas, besi atau aluminium, diameter ideal 8 cm. Kompor lapangan dan cangkir bukan untuk mempersulit peserta, namun mempermudah peserta untuk survival atau bertahan hidup.

"Di lokasi bencana, pertama, jangan berharap ada yang mengantar makanan untuk kita. Kedua, selesaikan persoalan perut, ingin kopi, susu atau teh dengan mandiri dan cepat selama 20 menit. Kompor lapangan adalah solusi bagi relawan yang turun ke lokasi bencana. Pemahaman penting ini perlu disampaikan pada kader," kata dia lagi.

Kompor lapangan bisa dimasukkan dalam saku celana. Bahan baku utama pembuatan dua kaleng bekas minuman bersoda.

"Kompor lapangan memanfaatkan barang bekas. Jadi sebagai upaya mengurangi polusi lingkungan. Banyak panduan pembuatannya di internet. Bahan bakarnya bisa spirtus, etanol atau alkohol. Untuk bahan bakar, ditanggung panitia. Panitia akan memberikan bonus pulsa masing-masing senilai Rp50 ribu bagi dua peserta yang membawa kompor lapangan buatan terbaiknya," ujar Tatang.

Diklatsus dan ToT Nasional Basada akan digelar di Gedung PCNU Pringsewu, jalan Lintas Barat, Gumukrejo, Pringsewu, Lampung. Registrasi ulang peserta 6 Maret 2019 mulai pukul 15.00-23.00 WIB.

Kader Banser dan Denwatser di Pulau Sumatera yang memiliki keterampilan di bidang kesehatan bisa mengikuti kegiatan tersebut. 

Biaya pendaftaran Rp300 ribu. Fasilitas, t-shirt Basada, sedekah oksigen, konsumsi dan coffee break, tempat ibadah, ruang belajar memadai, instruktur nasional dan tenaga profesional mengantongi sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), base camp dan MCK, dan sertifikat Satkornas Banser. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)