::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Muslim Indonesia di Jepang Doakan Pemilu Aman

Ahad, 24 Februari 2019 09:00 Internasional

Bagikan

Muslim Indonesia di Jepang Doakan Pemilu Aman
Masyarakat Muslim Indonesia di Jepang
Funabashi, NU Online
Masyarakat Muslim Indonesia yang tinggal di Jepang mendoakan agar Pemilu yang akan dihelat pada 17 April 2019 mendatang berjalan lancar dan aman.

"Semoga Allah amankan, dijauhkan dari huru-hara, dijauhkan dari bahaya, dan terpilih pemimpin yang diridoi Allah," kata Ustadz Mahmud Sulaeman, Imam Masjid Kabukicho, memanjatkan doa yang diamini lebih dari 30 jamaah Majelis Yasinan yang hadir di Funabashi, Tokyo, Jepang, Sabtu (23/2) malam.

Sebelum yasinan dimulai, Ustadz Mahmud juga mengirimkan Al-Fatihah khusus mendoakan kelancaran Pemilu. Usai yasinan, Ustadz Mahmud juga menyampaikan bahwa yasinan merupakan wadah silaturahim yang hidup dan mendoakan orang-orang yang sudah meninggal.

"Kita berada karena Allah dan akan kembali kepada Allah," katanya.

Mengutip ayat Al-Qur'an, alumnus Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon itu mengungkapkan bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. "Mati itu pasti tidak harus tua. Mentang-mentang masih muda, gak mati? Banyak yang mati. Mati itu tidak harus sakit. Ada yang sehat juga mati," jelasnya.

Majelis tersebut merupakan agenda bulanan masyarakat Muslim Indonesia di Jepang, mereka secara bergantian bergilir menjadi tuan rumah. Berkah pertemuan bulanan itu, mereka dapat membeli ruangan guna dijadikan masjid. "Dari yasinan ini kita terus bisa membangun masjid," kata Ustadz Mahmud.

Usai pembacaan yasin dan tahlil, para jamaah pun dipersilakan tuan rumah, Sukarno, untuk menyantap hidangan ala Indonesia, seperti pisang goreng, semur telur, oreg-oreg, dan lain-lain. (Syakir NF/Muiz)