::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Konjen RI Jeddah Jelaskan Indonesia di Harian Terkemuka Arab Saudi

Ahad, 24 Februari 2019 19:15 Internasional

Bagikan

Konjen RI Jeddah Jelaskan Indonesia di Harian Terkemuka Arab Saudi
Foto: KJRI Jeddah
Abha, NU Online 
Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah terus berupaya menyebarkan citra positif tentang Indonesia di Arab Saudi. Salah satu upaya yang ditempuh adalah melakukan wawancara dengan berbagian harian terkemuka di Arab Saudi.
 
Terkini, Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah, Mohamad Hery Saripudin, bersama tim dari KJRI Jeddah mengunjungi harian nasional berbahasa Arab Al-Watan. Dalam kunjungan yang berlangsung  Kamis, 21 Februari 2019,  Konjen melakukan wawancara dengan harian tersebut di kantor pusatnya di Abha.
 
Dalam sesi wawancara, Konjen Hery mengaku terkesan dengan harian Al-Watan yang kerap memberitakan berita-berita faktual dan positif tentang Indonesia.
 
Di sela-sela wawancara, Konjen Hery juga menyampaikan, terdapat ribuan WNI yang menetap dan bekerja di kota berhawa sejuk tersebut yang berjarak sekitar 760 kilometer dari KJRI Jeddah.
 
Kehadiran WNI di Abha semakin bertambah dengan kedatangan pertama kali sebanyak 28 mahasiswa asal Indonesia yang diterima di King Khaled University di Abha atas beasiswa dari Pemerintah Arab Saudi.
 
"Kami sedang menunggu persetujuan untuk bertemu dengan presiden King Khaled University guna membahas tambahan kuota calon mahasiswa dari Indonesia. Tidak hanya jurusan agama, tapi juga ilmu umum lainnya, seperti humaniora, ekonomi syariah dan hubungan internasional," kata konjen kepada Talal Ateq Jad'ani, Wakil Pemimpin Redaksi, didampingi Obaid Al Dosari, Asisten Pemimpin Redaksi Al-Watan, dan wartawan senior lainnya.
 
Ditambahkan Konjen, jalinan hubungan RI-Arab Saudi bukan saja dibangun oleh antar pemerintah, melainkan oleh kalangan pemuda dari kedua negara tersebut, termasuk mahasiswa. 
 
Upaya lainnya untuk menyebarkan informasi positif yang lebih luas tentang Indonesia, KJRI Jeddah menyelenggarakan program kursus Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) untuk warga Saudi yang dari tahun ke tahun kian diminati.
 
"Tahun ini jumlah pendaftar mencapai lebih dari 260 orang, dan diterima 60 orang," ujar Konjen Hery.
 
Selain itu, KJRI Jeddah juga menggelar program familiarization trip (famtrip) untuk kalangan media dan influencer, bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata, pemerintah daerah dan Maskapai Penerbangan Nasional Garuda.
 
Dalam kaitan ini, Konjen juga mengajak Al-Watan untuk turut menyiarkan berbagai program pendidikan, kebudayaan dan bahasa yang ditawarkan Pemerintah RI, seperti pertukaran pelajar dan program Darmasiswa dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan .
 
Salah satu pilar Saudi Vision 2030, imbuh Konjen, adalah menjadikan Saudi sebagai pusat masyarakat Muslim dunia.  Untuk mewujudkan visi tersebut, Arab Saudi mau tidak mau akan melihat Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia dan juga negara anggota ASEAN yang bermarkas di Jakarta.
 
Di bidang perdagangan nilai ekspor Indonesia ke Arab Saudi meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah kunjungan warga Indonesia ke Arab Saudi, di antaranya jemaah umrah dan haji yang tahun lalu mencapai sekitar 1,4 juta orang. (Fauzy Chusny/Abdullah Alawi)