::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kafir, Cover, Keparat, dan Kaffarat

Sabtu, 02 Maret 2019 21:30 Opini

Bagikan

Kafir, Cover, Keparat, dan Kaffarat
Oleh Halimi Zuhdy

Kata "kafir" beberapa hari ini lagi viral, menjadi topik menarik dari berbagai aspeknya. Apa sih sebernya kata "kafir" itu? Dalam kesempatan ini, penulis tertarik mengkaji kata "keparat", "cover" dan "kafir", apakah ketiga kata tersebut ada hubungannya?

Dalam bahasa Arab ada istilah isytiqaq asghar dan isytiqaq akbar. Apabila dari beberapa hurufnya ada kemiripan dan kesamaan, biasanya memiliki arti yang mirip atau sama, seperti kata, "qawala, waqala, laqawa, walaqa, qalawa, lawaqa" yang pada awal maknanya adalah bergerak (yataharrak), yang kemudian, "qâla, qawala" diartikan berkata—berkata itu bergerak, kalau tidak bergerak namanya "diam-mingkem".

Sedangkan untuk mengetahui hubungan antarbahasa, kita dapat melihat dari sisi kemiripannya, seperti kata dalam bahasa Indonesia "logat dan lughah, alkohol dan alkukhul, marbot dan marbuth, dan lainnya". Di situ ada kemiripan dengan bahasa Arab dan Inggris/Indonesia, dan ternyata kata tersebut berasal dari bahasa Arab.

Kata, "keparat", dalam bahasa Indonesia bermakna, "kurang ajar, bedebah, bajingan, sompret, sialan dan kata-kata makian lainnya", ia dipergunakan untuk memaki seseorang, karena jengkel. Kata, "keparat" dalam kamus bahasa Indonesia (asal kata) berasal dari bahasa Arab, yaitu dari kata "kuffar"—kata "kuffar" adalah jamak (plural) dari "kafir", dan "kafir" adalah pelaku (orangnya). Dalam banyak kamus bahasa Arab, kata tersebut berakar dari "kafara-yakfuru-kufran, kufrânan" yang bermakna "menutup, tertutup".

كافِرٌ والجمع : كُفَّارٌ ، وكَفَرَةٌ وهو كَفَّارٌأَيضًا وهي كَفُورٌ والجمع : كُفُرٌ وهي كافرة، والجمع كوافرُ ، والمفعول مكفور - للمتعدِّي، كفَرَ
الشَّيْءَ : سَتَرَهُ ، غَطَّاهُ كَفَرَ عَلَيْهِ. الكَفَرُ : وعاءُ طَلْع النَّخْل

Kata "kafara" yang bermakna "menutup" digunakan pada pra-Islam bagi petani yang menutup benih dengan tanah setelah ditanam. Sedangkan ketika Islam datang, kata "kafir" bermakna "Orang yang mengingkari keimanan kepada Allah dan Rasulnya, atau tidak percaya kepada Tuhan, atau orang yang tidak beriman". Dan dalam agama lain; Yahudi dan Kristen juga memiliki makna sendiri. Misalkan dalam Yahudi, orang kafir adalah bangsa-bangsa di luar Israil.

Maka, kata "keparat" itu bila didekatkan dengan kata "kafir", mereka yang mengingkari kebenaran, tidak beriman, menjengkelkan, mereka yang tidak beriman dianggap kurang ajar, membuat kesal dan sial.

Sedangkan kata "cover" yang berasal dari bahasa Inggris, muasalnya dari bahasa Arab. Dalam beberapa keterangan bahasa Indonesia, "cover" adalah sampul atau tutup luar dari majalah atau buku. Atau, bermakna bagian depan dari sebuah kemasan produk rekaman suara komersial (album). Atau juga sampul yang digunakan untuk menutup.

Kata, "cover" dalam kitab Al-Lughah al-Arabiyah Asl al-Lughah Kulluha, ia bermakna, "yughatthi, yukhfi" (menutupi), yang dalam bahasa Arab, "kafaras syai: satarahu, waghattahu". 

Maka, kata "keparat” dan “cover" berasal dari satu kata, "kafara", yang diambil dari makna awalnya, "menutup" dan "ingkar".

Sedangkan kata "Kaffarat" secara behasa bermakna "tutup, menutupi" (al-taghtiyah, al-sitr) derevasi dari kata "kaffara-yukaffiru). Sedangkan secara istilah "Pekerjaan atau aktivitas yang dilakukan oleh seorang muslim untuk menghilangkan/menebus dosa yang telah dilakukannya. Maka, sama dengan beberapa kata di atas yang memiliki makna yang sama "tutup".


Penulis adalah Dosen Bahasa dan Sastra Arab UIN Maualan Malik Ibrahim Malang; Khadim PP. Darun Nun Malang