::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ma'arif NU Jateng Kerja Sama dengan Kemenag dan TASS Australia

Jumat, 08 Maret 2019 17:30 Nasional

Bagikan

Ma'arif NU Jateng Kerja Sama dengan Kemenag dan TASS Australia
Pertemuan di kantor PWNU Jateng terkait kerja sama peningkatan mutu pendidikan.
Semarang, NU Online
Terjadi pertemuan antara Kemnterian Agama RI, Tim TASS/DFAT Australia, Penanggng Jawab Program PPKB Dir.GTK Kemenag RI pada Rabu (6/3). Pengurus Wilayah (PW) Lembaga Penduidikan (LP) Ma'arif Nahdlatul Ulama Jawa Tengah telah disepakati kemitraan program PPKB Kemenag RI di kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah.

Ketua PW LP Ma'arif PWNU Jateng, R Andi Irawan mengatakan bahwa hasil pertemuan itu menghasilkan sejumlah hal. "Pada tahun 2019 ini kita diberi 10 kouta untuk melatih master trainer peningkatan mutu madrasah," katanya, Jumat (8/3).

Selain itu, kata dia, diberi tenaga ahli dalam perencanaan dalam membuat dan menyusun grand desain program LP Ma'arif Jateng satu periode ke depan. "Pada tahun 2020 kita diberi kesempatan MoU dengan World Bank dalam program peningkatan mutu madrasah," ungkapnya.

Pada kesempatan itu, hadir Sekretaris PWNU Jateng KH Hudallah Ridwan, ketua dan wakil ketua, sekretaris dan bendahara LP Ma'arif Jateng, Munir dari TASS Australia, Kastolan dari Direktorat GTK, Mutmainnah dan Faridi dari GTK Kemenag Jateng.

"Kemenag RI dan Kemenag Jateng siap bersinergi dengan LP Ma’arif NU Jateng dalam program peningkatan mutu madrasah, sebab memiliki sasaran yang sama," papar dia.

Tim ahli Kemenag RI, kata Andi, siap mendampingi LP Ma'arif NU Jateng dalam membuat grand desain program satu periode. "Sekitar 5 orang akan turun mendampingi tim perumus tingkat wilayah yang terdiri atas praktisi, akademisi, dan pengawas. Tim perumus ini nanti yang akan mendampingi tim pengembang di tingkat cabang," urainya.

Menurut Andi, tim pengembang yang nantinya akan mendampingi satuan pendidikan Ma'arif secara langsung. "Dengan MoU ini, ia berharap mutu satuan pendidikan Ma'arif bisa betul-betul meningkat," tutupnya. (Hamidulloh Ibda/Ibnu Nawawi)