::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ansor Pekalongan Ajak Generasi Muda Belajar Investasi Saham

Ahad, 10 Maret 2019 17:00 Daerah

Bagikan

Ansor Pekalongan Ajak Generasi Muda Belajar Investasi Saham
Ansor Pekalongan belajar investasi saham
Pekalongan, NU Online
Puluhan generasi muda Kabupaten Pekalongan dan Pemalang Jawa Tengah yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Ansor, Sabtu (9/3) belajar investasi saham di Griya Dahar Jagad Buaran Kota Pekalongan. 

Program kerja sama Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Pekalongan dengan Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan Semarang sebuah terobosan karena belajar investasi saham adalah hal baru setelah ramainya belajar bisnis online. 

Ketua panitia Syaikhul Alim menyampaikan, generasi muda harus melek informasi dan teknologi, salah satunya mengenai pasar modal tentang investasi saham. 

"Hari ini kita baru belajar investasi saham, siapa tahu ke depan ada yang sukses menjadi pemilik saham terbesar perusahaan bonafid di Indonesia bahkan dunia. Semuanya tidak ada yang tidak mungkin selama kita tetap mau belajar dan terus belajar," ungkapnya.

Dikatakan, bisnis online dan investasi saham sama-sama pekerjaan sampingan yang dapat dilakukan di sela-sela pekerjaan pokok untuk mendapat penghasilan tambahan.

"Kegiatan Capital Market Course atau yang sering disebut Sekolah Pasar Modal bertujuan memberikan edukasi dan informasi mengenai gambaran umum pasar modal tentang investasi saham," jelas Alim.

Disebutkan, hanya dengan modal Rp100 ribu yang akan dikonversikan menjadi modal awal peserta untuk mulai investasi saham. Dan ternyata dengan Rp100 ribu tersebut memang benar-benar sudah bisa untuk membeli saham setelah dibuatkan akun tersendiri.

Hal tersebut awalnya membuat salah satu peserta bernama Alwi sebutan akrabnya, tidak percaya. "Saya kira harga saham itu juta-jutaan, ternyata ada juga yang harganya ribuan bahkan ratusan rupiah. Kegiatan ini benar-benar membuka mata saya, investasi saham ternyata sangat menjanjikan keuntungan tetapi tetap butuh kejelian dan ketelitian," imbuh Alumni Ponpes Roudlotut Tholibien Leteh Rembang tersebut.

Sebelum acara selesai, berdasarkan kesepakatan peserta, panitia dan pihak Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan Semarang akan digelar kegiatan lanjutan beberapa bulan ke depan. (Muiz)