::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Hadapi Era Digital, Indonesia Siapkan Konsep Baru Bidang Ketenagakerjaan

Sabtu, 02 Maret 2019 05:30 Nasional

Bagikan

Hadapi Era Digital, Indonesia Siapkan Konsep Baru Bidang Ketenagakerjaan
ilustrasi (america-retail.com)
Bogor, NU Online
Era digital diprediksi tidak hanya mengubah sejumlah model bisnis dan industri saja, namun juga mengubah jenis-jenis pekerjaan berikut keterampilannya. Untuk menjawab tantangan tersebut, Indonesia tengah menyiapkan konsep rancang bangun ketenagakerjaan di era digital.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit Nasional, Aswansyah dalam acara Konsinyering Rancang Bangun Ketenagakerjaan di Era Digitalisasi di Bogor, pada hari Kamis (28/2) lalu.

"Dengan transisi perubahan yang terjadi ini, maka negara Indonesia harus siap menghadapi segala peluang dan tantangan, termasuk dalam bidang ketenagakerjaan," kata Aswansyah yang juga menjabat sebagai Direktur Kelembagaan dan Kerjasama Hubungan Industrial Kementerian Ketenagakerjaan.

Menurutnya, banyak aspek ketenagakerjaan yang memungkinkan terpengaruh oleh perkembangan industri di era digital. Mulai dari penyiapan SDM, hubungan industrial, hingga persoalan perlindungan sosial.

Untuk itu, LKS Tripartit sebagai forum yang berisikan unsur pemerintah, pengusaha, dan pekerja/buruh, diharapkan dapat memberikan masukan yang komprehensif dalam bentuk Rancang Bangun Ketenagakerjaan Di Era Digital.

"Saat ini sudah masuk tahap kedua. Walaupun masih dalam bentuk data, tapi diharapkan kedepan kita sudah mempunyai suatu konsep rancang bangun ketenagakerjaan yang lebih komprehensif," katanya.

Dengan adanya rancang bangun tersebut, Aswansyah menilai pemikiran dan masukan dari LKS Tripartit Nasional dapat dijadikan sebagai alternatif dalam penyusunan kebijakan ketenagakerjaan di masa depan. Khususnya terkait dengan persoalan hubungan industrial.

Ia pun berharap, konsep rancang bangun tersebut dapat terselesaikan secepatnya. "Karena keanggotaan LKS akan berakhir bulan Mei, maka rancang bangun ini kami harapkan, walaupun belum final itu sudah kita plenokan pada bulan April," ujarnya. (Red: Kendi Setiawan)