::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Peristiwa Isra’ Mi’raj Adalah Ujian bagi Setiap Muslim

Senin, 11 Maret 2019 17:30 Daerah

Bagikan

Peristiwa Isra’ Mi’raj Adalah Ujian bagi Setiap Muslim
Kubu Raya, NU Online
Memperingati peringatan Isra’ Mi’raj, sejumlah warga di Desa Madu Sari, Sungai Raya, Kubu Raya, Kalimantan Barat menggelar pengajian umum, Ahad (10/3) malam. Kegiatan dipusatkan di halaman Masjid Nurul Jannah, Parit Tenaga Baru Darat.  

KH Munawir sebagai tuan rumah mewakili ketua panitia mengucapkan selamat datang kepada segenap rombongan di majlis pengajian. “Kita mengharap berkah para masyayikh yang memaparkan mauidlah hasanah kepada hadirin. Ini momentum haul akbar yang dikemas dengan Isra' Mi'raj,” katanya saat sambutan.

Sedangkan Kepala Desa Madu Sari, Muhktar Abdul Manaf berharap pengajian dapat memberikan energi positif yang mampu memberikan pencerahan oleh para kiai kepada jamaah. “Terutama terima kasih kepada panitia yang bekerja sama dengan para alumni Pondok Pesantren Al-Mubarak Lanbulan, Sampang yang hadir dari berbagai daerah di Kalimantan Barat,” katanya.

Kegiatan dilanjutkan pembacaan Yasin dan tahlil yang ditawassulkan oleh KH Abdul Rosyid Open Maimun, cucu dari KH Maimun Zubair.

KH. Ihya' Ulumuddin dalam ceramahnya menyampaikan bahwa peristiwa Isra' dan Mi'raj merupakan perjalanan baginda Nabi Muhammad SAW yang berjalan pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqso. Kemudian dilanjutkan ke Baitul Maqdis Sidrotul Muntaha menghadap Allah SWT. 

“Dengan penuh misteri dari kejadian tersebut, banyak orang Qurais tidak mengimani dan percaya dengan adanya perjalan yang tak masuk akal dan ditempuh dengan hanya waktu semalam,” terangnya. Dengan keridhaan cinta kepada Rasulullah SAW, maka Allah SWT akan lebih mencintai umat Nabi Muhamad SAW, lanjutnya. 

Dirinya juga mengingatkan bahwa hakikat kelak semua akan kembali kepada-Nya. “Tidak ada yang kekal abadi di dunia ini kecuali kita akan hidup di akhirat nanti yang lebih kekal abadi dengan amal ibadah kita,” pesannya.

Pengajian dihibur tim hadrah Pesona Al-Jannah yang mengisi dengan pembacaan shalawatan dan asrakal anam atau shalawat habsy pimpinan ustadz Syahroni beserta rombongan.

Di akhir acara KH Ahmad Barizi Fathullah selaku pengasuh Pondok Pesantren Al-Mubarak Lanbulan Sampang Madura Menutup dengan pembacaan doa.

Turut hadiri pada kegiatan ini KH Ahmad Barizi Fathullah, KH. Ihya' Ulumuddin, KH Ahmad Syafi'i Zaini, KH Abdul Rosyid Open, cucu Mbah KH.Maimun Zubair Sarang Rembang. 

Juga tampak bergabung, Rais Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Madu Sari, alumni Pondok Pesantren Al-Mubarak Lanbulan se-Kalimantan Barat, tokoh agama, masyarakat, pemuda, Kepala Desa Madu Sari, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Madu Sari dan Pengurus Pondok Pesantren se-Madu Sari, serta pengurus masjid Semadu Sari. TNI serta Polri Sungai Raya turut hadir menjaga Keamanan. (Ulil/Ibnu Nawawi)