::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Konfercab Ke-11 PCINU Pakistan Kedepankan Musyawarah Mufakat

Senin, 11 Maret 2019 21:35 Internasional

Bagikan

Konfercab Ke-11 PCINU Pakistan Kedepankan Musyawarah Mufakat
Islamabad, NU Online
Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Pakistan menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) Istimewa ke-11, Ahad (10/3)  di Khobaib Foundation Islamabad.

Konfercab membahas beberapa agenda yaitu, Tata Tertib Sidang Pleno, Laporan Pertanggungjawaban Kepengurusan PCINU Pakistan periode 2018-2019, pemilihan Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah periode 2019-2020.

Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan menyanyikan Mars Ya Lal Wathon, yang dilantunkan oleh segenap hadirin dan dilanjutkan dengan sambutan. Sambutan pembuka disampaikan oleh Direktur Yayasan Khubaib Fondation Gassan Abdul Majid, kemudian dilanjutkan sambutan Mustasyar PCINU Pakistan yaitu H Muladi Mugheni Deny Tri Basuki sebagai dari KBRI Islamabad.

Dalam sambutannya, H Muladi Mughni menyampaikan bahwa NU sebagai organisasi sosial keagamaan memiliki banyak cabang di seluruh wilayah Indonesia dan Nahdliyin pun tersebar di seluruh pelosok desa, kota bahkan dunia. "Kita patut bangga di semua benua, Asia, Afrika, Eropa, Australia dan Amerika ada pengurus dan warga NU, salah satunya di Pakistan," ucapnya. 

H Muladi juga menyampaikan ada empat hal yang perlu dijaga sebagai landasan perjuangan oleh warga NU di Pakistan. Pertama, semangat religisiusitas yaitu memiliki sikap taat atau patuh pada nilai Islam, toleransi pada pelaksanaan ibadah orang lain dan menjalin kerukunan hidup antar pemeluk agama. Kedua, semangat nasionalisme yaitu cinta dan bela tanah air, selalu mengedepankan kemaslahatan bangsa di atas kepentingan kelompok.

"Nasionalisme dan Islam tidak perlu dipertentangkan, karena saling menguatkan," sambungnya.

Ketiga, merawat kebhinekaan, bahwa kita terlahir dengan kondisi keragaman agama, budaya, ras dan suku harus menjadi kekayaan yang dipotensikan sebagai modal kemajuan bangsa. Perbedaan tidak boleh digunakan menjadi alat pemecah persatuan, tapi hadirnya kerukunan, kemudahan, dan kerja sama yang konstruktif. Yang keempat adalah mengedepankan rasa kemanusiaan.

Deny Tri Basuki, koordinator Sosbud KBRI mengapresiasi warga NU di Pakistan yang dinilainya dapat menjadi contoh dalam menciptakan hubungan antar WNI di Pakistan yang rukun, guyub, peduli, dan partisipatif juga aktif dalam setiap kegiatan termasuk yang dilaksanakan oleh KBRI Islamabad.

Selanjutnya Rais Syuriyah PCINU Pakistan, Ahmad Azizuddin memimpin sesi Laporan Pertanggungjawaban yang dibacakan oleh Wakil Ketua PCINU Pakistan, Syarif Husain. Seusai pembacaan Laporan Pertanggungjawaban dilakukan pertimbangan laporan oleh Majelis Syuriah bersama warga Nahdliyyin. Anggota Konfercab menerima Laporan Pertanggungjawaban kepengurusan tahun 2018-2019 dengan baik.

Konfercab juga menetapkan Majlis Syuriyah melalui Ahlul Halli wal ‘Aqdi dan pemilihan Ketua Tanfidziyah untuk periode 2019-2020. Disepakati melalui musyawarah mufakat Hasanuddin Tosimpak, sebagai Rois Syuriah, dan Zulkifli Reza Fahmi sebagai Ketua Tanfidziah.

Dalam mengakhiri masa jabatannya Ketua Tanfidziyah PCINU Pakistan, Tahsya Ainul Haq mengucapkan terima kasih atas segala kepercayaan yang telah diberikan oleh seluruh warga Nahdliyyin di Pakistan selama kepengurusan satu tahun ke belakang.

"Kami atas nama seluruh pengurus tanfidziyah berterima kasih atas kepercayaan yang dititipkan kepada kami untuk menjalankan segala ikhtiar. Tak lupa kami sampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama kepengurusan kami," ucapnya.

Ia juga turut mendoakan untuk kepengurusan selanjutnya agar lebih baik daripada kepengurusan sebelumnya dan menyerukan kepada seluruh warga Nahdlatul Ulama di Pakistan untuk terus ikut andil dalam mendukung segala kegiatan yang dilaksanakan oleh PCI NU Pakistan.

Di akhir Konfercab dilaksanakan shalawat dan mahallul qiyam yang diiringi oleh Tim Hadroh PCI NU Pakistan.
Konfercab dihadiri oleh warga NU di Pakistan, pejabat KBRI Islamabad, Ketua Umum Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI), PCI Muhammadiyah, IKPM, Lembaga Tahfidz Qur'an Ibnu Abbas, dan anggota PPMI lainnya. (Reza Ainul Haq/Kendi Setiawan)