::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kemnaker Tingkatkan Kemampuan Negosiasi Internasional Pegawai

Selasa, 12 Maret 2019 22:15 Nasional

Bagikan

Kemnaker Tingkatkan Kemampuan Negosiasi Internasional Pegawai
Batam, NU Online
Untuk menghadapi persaingan global, Kementerian Ketenagakerjaan melalui Biro Kerjasama Luar Negeri (KLN) menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kemampuan dan Kapasitas Negosiasi dalam Menghadapi Perundingan dan Persidangan Internasional di Bidang Ketenagakerjaan.   

"Tujuannya adalah untuk meningkatkan kapasitas sebagai anggota komunitas internasional dan untuk memahami tata cara pergaulan internasional," kata Kepala Biro KLN, Indah Anggoro Putri, saat membuka acara di Batam, Kepri, Senin (4/3).

Sebagai bagian dari komunitas internasional, Kemnaker tidak bisa terhindar dari perundingan baik bilateral, regional, maupun multilateral.  "Kita harus mengetahui secara prinsip apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan dan bagaimana kita terlibat dalam negosiasi tersebut sehingga tujuan kita dapat tercapai," ujar Putri.

Supaya mendapat ilmu yang mumpuni dalam negosiasi, kata Putri, pihaknya sengaja mengundang nara sumber dari lembaga yang kredibel, yaitu Kementerian Luar Negeri.

Putri menambahkan, dalam rangka mengoptimalkan manfaat dan posisi kerjasama luar negeri, beberapa hal yang perlu di lakukan adalah perluasan kemitraan dengan mitra asing di dalam maupun luar negeri.

"Peningkatan kompetensi pejabat yang menangani kerjasama luar negeri di tingkat pusat, khususnya kemampuan dan kapasitas negosiasi dalam menghadapi perundingan dan persidangan internasional bidang ketenagakerjaan juga sangat penting untuk ditingkatkan," ungkap Putri.

Pelaksanaan perundingan internasional dan pelaksanaan hubungan luar negeri memerlukan berbagai pertimbangan yang matang dari berbagai aspek sejak tahap perencanaan hingga inisiasi dan penandatanganan perjanjian kerja sama.

Oleh karena itu, lanjutnya, diperlukan penguasaan terkait seluk beluk mekanisme dan kebiasaan-kebiasaan yang terjadi dalam berbagai forum negosiasi dan tata cara penanganan isu-isu internasional, khususnya bidang ketenagakerjaan.

"Tidak hanya mendapat teori, para peserta juga mengikuti simulasi, sehingga mereka mendapat gambaran secara langsung dan dapat mengaplikasikan teknik-teknik yang diajarkan," kata Putri.

Untuk diketahui, workshop ini diikuti oleh 45 peserta yang terdiri dari pegawai unit teknis dan pegawai di lingkungan Sekretaris Jenderal Kemnaker. (Red: Kendi Setiawan)