::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Innalilllahi, Fadli Badjuri, Kiai Berusia 112 Tahun Wafat

Kamis, 14 Maret 2019 19:47 Nasional

Bagikan

Innalilllahi, Fadli Badjuri, Kiai Berusia 112 Tahun Wafat
Jakarta, NU Online 
Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, KH Fadli Badjuri wafat di kediamannya, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (14/3) sekitar pukul 05.45. NU Online menerima kabar tersebut dari Ketua Lesbumi Kabupaten Bandung, Dadan Ahmad Hamdani. 

“Assalaamu'alaikum. Telah mininggal dunia,. Almukarrom Abah Fadli Badjuri, hari ini, Kamis jam 05.45,. Mohon maaf atas kekhilapan. Mohon sambung doanya,” kata Dadan. 

Kemudian NU Online mengklarifikasi kabar tersebut kepada salah seorang putra KH Fadli Badjuri, Abdul Fatah Badjuri. Ia membenarkan kabar tersebut. 

KH Fadli Badjuri merupakan seorang yang berusia panjang, yaitu 112 tahun. Menurut Fatah, dalam catatan keluarganya, sang ayah lahir bulan Maret tahun 1907.  

Fatah menambahkan, ayahya merupakan kiai kelahiran Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Leluhur sang ayah juga masih memiliki pertautan dengan leluhurnya Syaikhona Kholil Bangkalan, gurunya Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari. 

Pada usia muda, KH Fadli Badjuri merantau ke Jawa Barat mengikuti saudaranya yang mengelola rumah makan terkenal di Kota Bandung pada zamannya, Rumah Makan Madrawi.

Rumah makan tersebut pernah disambangi para pemimpin dunia yang hadir pada Konferensi Asia Afrika di Bandung pada tahun 1955, di antaranya Gamal Abdul Naser (Mesir) dan Jawaharlal Nehru (India). 

Penulis Hawe Setiawan mengungkapkan duka atas kepergian almarhum melalui akun Facebooknya: 

"‪BERITA DUKA‬

‪Telah wafat tadi pagi, 14 Maret 2019, di Bandung: H. Fadli Bajuri, pengelola MADRAWI, rumah makan zaman Konferensi Asia-Asfrika 1955."‬(Abdullah Alawi)