::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Halaqah Kebangsaan untuk Pemilu Damai

Senin, 08 April 2019 20:30 Nasional

Bagikan

Halaqah Kebangsaan untuk Pemilu Damai
Halaqah Kebangsaan untuk Pemilu Damai
Jombang, NU Online
Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) tinggal hitungan hari saja menuju tanggal 17 April 2019. Untuk mendinginkan suasana dan menghindari konflik efek Pemilihan Umum (Pemilu) ini, Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur menggelar Halaqah Kebangsaan yang mengundang tim sukses dari kedua pasangan calon presiden.

Kegiatan ini mengambil tema Peran Ulama, Habaib, Kiai dan Cendekiawan dalam Meneguhkan Ikatan Kebangsaan Menuju Indonesia Baldatun Toyyibatun Warobbun Ghofur. Halaqah sendiri dilaksanakan di Gedung Yusuf Hasyim milik Pesantren Tebuireng pada Ahad (7/4).

Para kiai dan tokoh dari pendukung Calon Presiden (Capres)-Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01, Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin dan pendukung Capres-Cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno duduk bersandingan ditemani sejumlah cendekiawan.

Halaqah digelar untuk mendinginkan suasana politik menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 17 April 2019 serta merajut kembali hubungan antar kiai yang sempat renggang karena perbedaan pilihan pada Pemilu 2019.

"Kita mengundang kiai-kiai pendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 01 dan pendukung pasangan 02, yang sudah berbulan-bulan ini aktif mendukung pasangan masing-masing," kata Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH Solahudin Wahid.

Cucu KH Hasyim Asy'ari ini menjelaskan tujuan halaqah ini yang paling utama yaitu mencairkan komunikasi di atara tim sukses kedua pasangan capres dan cawapres. Karena selama ini ada sebagian tim sukses sungkan atau tidak enak hati saling menegur.

"Mungkin dalam berkomunikasi, terlalu bersemangat, mungkin ada hal-hal yang tidak cocok, kita ingin merekatkan kembali," ujar Kiai yang biasa disapa Gus Sholah ini.

Gus Sholah mengingatkan kepada kedua belah pihak untuk tidak berlebihan dalam mendukung jagoannya sehingga melupakan persatuan. Untuk saat ini, kegiatan halaqah baru dilaksanakan di Jawa Timur.

Dengan dirajutnya kembali hubungan antar kiai ini, Gus Sholah berharap akan berdampak positif kepada persatuan Indonesia. Karena baginya, persatuan Indonesia sangat tergantung kepada persatuan umat Islam.

"Khusus di Jawa Timur kita ingin mendekatkan hubungan kiai-kiai yang sementara ini sempat renggang," ujar adik kandung Gus Dur ini.

Gus Sholah juga meminta semua pihak berlapang dada menerima hasil Pilpres nanti dan tidak melakukan aksi perusakan atau hal yang mengurai persaudaraan anak bangsa. Ia menyebutkan siapapun pemenangnya maka harus didukung demi kebaikan bersama.

"Allah SWT telah menentukan siapa nantinya yang terpilih menjadi presiden maupun wakil presiden dalam Pilpres 2019 ini. Oleh karenanya, siapapun yang menjadi pemenangnya harus didukung semua pihak. Cuma (saat ini) kita nggak tahu orangnya, jadi kita harus menerima ketentuan Allah itu," tambahnya.

Hadir serta dalam halaqah ini sejumlah kiai seperti KH Mahfud Sobari dari Mojokerto, KH Lutfi Abdul Hadi Malang, akademisi Profesor Imam Soeprayogo, dan sejumlah cendekiawan. 

Forum halaqoh ini dibuat lingkaran memutar dan secara bergantian memberikan pandangan mereka tentang kondisi sosial, politik, hingga ekonomi Indonesia akhir-akhir ini. Ikut serta pejabat dari kepolisian maupun TNI yang masing-masing mewakili instansinya masing-masing. (Syarif Abdurrahman/Muiz)