::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Tokoh Lintas Agama Bojonegoro Serukan Pemilu Damai

Kamis, 11 April 2019 22:00 Daerah

Bagikan

Tokoh Lintas Agama Bojonegoro Serukan Pemilu Damai
Deklarasi Pemilu Damai FKUB Bojonegoro
Bojonegoro, NU Online
Mendekati Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 yang akan berlangsung serentak pada 17 April 2019 mendatang, berita bohong atau hoaks dimungkinkan akan santer bermunculan. Jika didiamkan, hal ini dapat menjadikan proses demokrasi menjadi tidak sejuk dan jauh dari kedamaian.

Menyikapi hal ini lah para tokoh lintas agama di Kabupaten Bojonegoro berkumpul dan menyerukan Pemilu damai di kantor FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Bojonegoro, Kamis (11/4).

Kehadiran dan kebersamaan para pengurus Ormas, tokoh agama, tokoh masyarakat, partai politik, KPU, kepolisian, dan TNI dalam kegiatan tersebut menurut Ketua FKUB Kabupaten Bojonegoro, KH. Alamul Huda merupakan bentuk dari menjunjung tinggi dan ingin persatuan-kesatuan bangsa Indonesia tetap terjaga.

"Kita di sini untuk berkomitmen kepada satu tujuan untuk perdamaian Indonesia. Kita semua memiliki komitmen untuk menjaga Indonesia tetap menjadi NKRI," ungkap Gus Huda panggilan akrabnya.

Gus Huda yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Al-Rosyid itu menuturkan, kedamaian yang ada ini tidak bisa diganggu gugat. Tidak ada kompromi bagi pemecah belah bangsa. Sebab bingkai persatuan bangsa Indonesia ibarat sapu lidi. Jika tidak bersatu maka akan mudah tercerai berai. Jika bersatu maka akan kuat dan sulit untuk digoyahkan.

Ia menegaskan bahwa pemersatu bangsa Indonesia yakni 4 pilar kebangsaan berupa Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945 harus terus dipertahankan.

"Siapapun nanti yang menjadi Presiden, kita harus bisa menghadapi dengan dewasa. Jangan hanya gara-gara beda pilihan kita sampai bermusuhan. Karena sejatinya keharmonisan dan perdamaian ini tanggung bersama," ajaknya.

Sementara Kapolres Bojonegoro, AKBP Ary Fadli sangat mendukung penuh deklarasi seruan pemilu damai yang diadakan FKUB.

"Karena acara ini adalah bentuk dari partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan dan juga perdamaian bagi negara kita. Karena harga dari sebuah perdamaaan dan keamanan sangat mahal," tuturnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa Pemilu saat ini berbeda dengan Pemilu sebelumnya. Pemilu kali ini menurutnya lebih rentan terjadi konflik karena Pileg dan Pilpres digelar secara bersamaan.

Sementara Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah berharap pesta demokrasi saat ini harus dijaga bersama dengan berbagai langkah di antaranya melalui kegiatan deklarasi berupa seruan untuk Pemilu damai seperti ini.

Berikut seruan moral Pemilu damai FKUB Kabupaten Bojonegoro:

1. Selalu mengedepankan kebersamaan antar umat beragama, dengan tetap menjalin kerjasama hubungan sosial kemasyarakatan.

2. Tidak terpancing dengan isu-isu yang dapat memecah belah hubungan antar umat beragama.

3. Selalu menjalin komunikasi antar tokoh agama, tokoh masyarakat dan antar umat beragama, mengantisipasi terjadinya konflik horizontal, serta menolak berbagai macam bentuk Black Campaign/kampanye gelap dan politisasi SARA.

4. Pemillu 2019 hendaknya dilaksanakan dengan jujur, adil, bersih, fair, tanpa politik uang, tanpa politisasi SARA, mengedepankan pendidikan politik pada masyarakat, lancar, baik dan berkualitas dalam suasana yang rukun, guyub dan damai.

5. Partai politik dan tim sukses calon legislatif serta calon presiden sedapatnya mengendalikan massa pendukungnya dan mengedepankan kedewasaan berpolitik.

6. Partai politik dan tim sukses calon legislatif serta calon presiden supaya menghindari aktifitas yang dapat memancing terjadinya gesekan atau konflik antar pendukung.

7. Semua warga masyarakat di Kabupaten Bojonegoro serta Warga Bangsa Indonesia agar supaya menggunakan hak pilihnya secara baik dan bertanggungjawab.

8. Semua pihak agar siap menerima hasil pemilu 2019 secara dewasa, lapang dada dan bijaksana.

(M. Yazid/Muhammad Faizin)