::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Anjuran Puasa Bulan Sya'ban

Jumat, 12 April 2019 13:00 Daerah

Bagikan

Anjuran Puasa Bulan Sya'ban
KHA Mustain Syafi'i
Jombang, NU Online
Di antara bulan yang dimuliakan Allah yaitu Sya'ban. Mudir 1 Pesantren Madrasah Qur'an (MQ) Tebuireng, Jombang, Jawa Timur KH A Mustain Syafi'i menyebutkan, salah satu bukti kemulian Sya'ban yaitu banyaknya Nabi Muhammad SAW berpuasa sunah pada bulan ini.

Terdapat Hadits Nabi 'alaihi wa sallam tentang memperbanyak puasa di bulan Sya'ban, bahkan termasuk puasa sunah terbanyak yang beliau lakukan dibandingkan bulan-bulan lainnya. Hadits tersebut diriwayatkan Bukhari dan Muslim dari istri nabi bernama Aisyah radhiallahu 'anha.

"Amalan utama di bulan sya'ban yang utama adalah puasa sesuai hadits

لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ

"Belum pernah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berpuasa satu bulan yang lebih banyak dari pada puasa bulan Sya'ban. Terkadang hampir beliau berpuasa Sya'ban sebulan penuh," katanya saat mengisi kajian rutinan di Pesantren Al-Maarij Desa Kwaron, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Kamis (11/4).

Dikatakan, Nabi Muhammad punya kebiasan puasa beberapa hari dalam setiap bulannya. Dan pada bulan Sya'ban yang paling banyak nabi berpuasa setelah bulan ramadhan. Karena bulan ramadhan nabi puasa sebulan penuh.

"Dan ibu Aisyah tidak pernah melihat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berpuasa sebulan penuh kecuali di bulan ramadhan, dan juga tidak melihat nabi berpuasa yang lebih sering dari bulan Sya'ban," tambah Kiai Mustain.

Beberapa puasa yang bisa dilakukan di bulan Sya'ban yaitu puasa sebanyak tiga hari di setiap bulan Hijriyah, puasa Senin dan kamis serta puasa Daud yaitu sehari puasa dan sehari tidak berpuasa.

Puasa ini bisa dilakukan di permulaan bulan Sya'ban, atau tengah bulan dan di akhir bulan. Bila dilaksanakan tiga hari pada tanggal 13, 14 dan 15, maka disebut dengan puasa Ayyamul Bidh.

"Bisa mencontoh nabi untuk amalan bulan Sya'ban, di mana nabi itu tidak pernah puasa sunah sebulan penuh tapi paling banyak ya di bulan Sya'ban puasanya," tandasnya. (Syarif Abdurrahman/Muiz)