::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Siapa Presiden Pilihan Anda? Ini Pegangan Memilih Versi Gus Sholah

Sabtu, 13 April 2019 16:00 Nasional

Bagikan

Siapa Presiden Pilihan Anda? Ini Pegangan Memilih Versi Gus Sholah
KH Sholahuddin Wahid (Gus Sholah)
Jombang, NU Online
Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Kabupaten Jombang, Jawa Timur KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) memberikan beberapa pegangan dalam memilih calon presiden dan wakil presiden pada Pemilihan Umum yang akan digelar pada 17 April 2019 mendatang.

Pertama menurutnya adalah melihat visi-misi dari masing-masing calon. Visi menurutnya adalah apa yang akan dicapai sedangkan misi sendiri adalah bagaimana cara mencapai visi tersebut. 

“Melihat visi-misi ini tergantung pemahaman calon presiden pada permasalahan bangsa dan itu dipengaruhi oleh keluasan wawasan pengetahuan calon presiden dan karakter calon presiden seperti amanah. Seberapa jauh calon presiden ini megang amanah,” ungkapnya.

Ia menambahkan pegangan kedua yaitu melihat dari kemampuan calon presiden dalam mengambil keputusan secara cepat dan tepat. Dan pegangan yang ketiga yaitu melihat rekam jejak masing-masing pasangan calon. Masing-masing paslon punya kelebihan. 

“Jokowi punya pengalaman di pemerintahan sejak kota, provinsi hingga sekarang. Prabowo punya pengalaman memimpin di bidang militer,” ungkapnya.

Adik kandung Gus Dur ini juga menyerukan ke masyarakat umum untuk tidak golput dalam Pilpres kali ini.

“Saya mengajak semua pemilih untuk menggunakan hak pilihnya. Jangan golput. Karena semakin banyak pemilih yang terlibat maka legitimasi presiden terpilih akan lebih besar,” katanya di Pesantren Tebuireng, Sabtu (13/4).

Gus Solah juga mengingatkan masyarakat untuk tidak menerima uang jika ada dari siapapun memberi untuk ditukar dengan hak suara atau hak pilih.

“Jangan menjual hak pilih anda, yang terbaik menolak uang itu. Karena kalau memilih yang kasih uang berarti anda terlibat dalam penyuapan dan itu sangat dilarang oleh agama dan hukum negara,” tegas Gus Sholah. (Syarif Abdurrahman/Muhammad Faizin)